Impor Beras
Sosok Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, yang Akui Bikin Rencana Impor Beras
Muhammad Lutfi punya alasan tersendiri mengapa Indonesia harus mengimpor beras saat ini.
Dia menjelaskan bahwa masa panen raya diselingi musim hujan, membuat banyak gabah basah.
Sedangkan ada standar di Bulog untuk menerima kualitas gabah dari petani.
"Saya ingin pastikan hari ini belum ada impor, tidak akan menghancurkan harga beras petani dan saya jamin tidak ada niatan pemerintah hancurkan harga petani.
Yang ada sekarang gabah basah, gabah nggak bisa dibeli Bulog, petani berhadapan dengan pedagang, itu yang terjadi,"jelas Muhammad Lutfi.
Muhammad Lutfi menjelaskan seharusnya di Perum Bulog itu tersedia stok antara 1-1,5 juta ton beras setiap tahunnya.
"Stok Bulog kurang dari 1 juta ton. Jadi stok akhir Bulog yang kira-kira 800.000 ton dikurangi dengan stok impor 2018 yang 300.000 jadi stok Bulog hanya, mungkin tidak mencapai 500.000 ton.
Ini adalah salah satu kondisi stok terendah dalam sejarah Bulog. Jadi, Anda tahu bagaimana rasa hati saya ngilunya," kata Muhammad Lutfi.

Siapakah Muhammad Lutfi?
Dilansir dari Tribunnews.com, Muhammad Lutfi lahir di Jakarta, 16 Agutus 1969.
Dikutip dari Kompas.com, ia merupakan lulusan Program in Economic Purdue University, West Lafayette, Indiana, AS tahun 1992.
Tak hanya itu, ia juga lulusan Program Finance for Nonfinancial Managers New York University, AS tahun 1992.
Lutfi juga pernah menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi)
Perjalanan Karier di Pemerintahan
Lutfi bukanlah orang baru yang berpatisipasi dalam pemerintahan.
Diberitakan Tribunnews sebelumnya, Lutfi baru beberapa bulan dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) untuk Amerika Serikat.