Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Jepang

21.081 Warga Jepang Bunuh Diri pada 2020, Anak-anak Tertinggi

Jumlah kasus bunuh diri laki-laki adalah 14.055, menurun 23 dari tahun sebelumnya. Di sisi lain, bunuh diri perempuan menjadi semakin serius.

Editor: Aldi Ponge
Net
ILUSTTRASI Bunuh Diri. Kodokushi, mati dalam kesepian di Jepang 

TRIBUNMANADO.CO.ID - 21.081 kasus bunuh diri terjadi di Jepang sepanjang 2020.

Angka bunuh diri ini naik  sejak 2009 dan jumlah pelaku bunuh diri perempuan mencapai 15 persen.

Sedangkan pelaku bunuh diri tertinggi berasal dati anak-anak, siswa hingga sekolah menengah

Pemerintan Jepang percaya bahwa peningkatan keresahan sosial yang disebabkan oleh virus corona juga ikut mempengaruhi.

"Jumlah kasus bunuh diri tahun lalu sebanyak 21.081 secara nasional, meningkat 912 dari tahun sebelumnya (2019), atau lebih dari 4 persen," ungkap sumber Tribunnews.com di Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, Sabtu (20//3/2021).

Ilustrasi orang Jepang
Ilustrasi orang Jepang (aminoapps.com)

Jumlah kasus bunuh diri telah meningkat sejak 2009, setelah Lehman Shock (15 September 2008).

Data tahun 2009 dari satu tahun selama 2008. Data yang dikeluarkan tahun ini 2021 adalah data selama tahun 2020.

Jumlah kasus bunuh diri laki-laki adalah 14.055, menurun 23 dari tahun sebelumnya. Di sisi lain, bunuh diri perempuan menjadi semakin serius.

Tahun lalu ada 7.026 kasus bunuh diri perempuan, 935, meningkat 15 persen.

Generasi muda sangat menonjol, dengan 311 di bawah usia 20 tahun meningkat 44 persen dan 837 di usia 20-an meningkat 32 persen.

Berdasarkan jenis pekerjaan, 1.534 orang yang bekerja (34 persen), 1.168 ibu rumah tangga (14 persen), dan 387 siswa sekolah atau meningkat 44 persen.

Terlihat bahwa jumlah perempuan yang mengalami kesulitan semakin meningkat.

Selain itu, bunuh diri anak juga mencolok. Ada 14 siswa SD (+6), 146 siswa SMP (+34), dan 339 siswa SMA (+60), dengan total 499 siswa.

Hal ini berarti 25 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya dan merupakan yang tertinggi sejak kementerian mulai mengumpulkan statistik pada tahun 1978.

Kementerian Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Kesejahteraan Jepang sedang memperkuat sistem konsultasi, termasuk pihak swasta, mengingat penyebaran infeksi baru virus corona telah meningkatkan kecemasan di masyarakat secara keseluruhan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved