Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gempa Jepang

Situasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Jepang Setelah Gempa Bumi 7,2 Magnitudo

Gempa berkekuatan berkekuatan 7,2 magnitudo. Gempa juga disertai tsunami.

Editor: Aldi Ponge
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Gempa bumi di Miyagi, Sabtu (20/3/2021) jam 18.10 waktu Jepang berkekuatan Magnitude 7,2 getaran 5+. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gempa bumi menguncang Miyagi Jepang pada Sabtu (20/3/2021) sore

Gempa berkekuatan berkekuatan 7,2 magnitudo. Gempa juga disertai tsunami.

Intensitas seismik 4 sampai ke Chiba dan Saitama serta sebagian Tokyo bagian utara dengan lama getaran sekitar 30 detik sore ini.

Tsunami bergerak cukup tinggi di daerah pesisir Prefektur Miyagi terutama Minami Sanriku, Kisennuma, dan Ishinomaki.

Masih belum diketahui dampak dari gempa dan tsunami kali ini.

Hingga jam 18.41 telah terjadi gempa susulan sebanyak lima kali.

Pemerintah telah mengaktifkan pusat manajemen krisis di kediaman resmi perdana menteri Yoshihide Suga, dan mengumpulkan informasi tentang situasi kerusak


(FOTO: Gempa bumi di Miyagi, Sabtu (20/3/2021) jam 18.10 waktu Jepang berkekuatan Magnitude 7,2 getaran 5+./Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Sementara itu, tidak ada keanehan yang terjadi pada pembangkit listrik tenaga nuklir Jepang pasca gempa di Miyagi.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Onagawa Tenaga Listrik Tohoku, yang mengamati intensitas seismik 4 gempa bumi yang mengamati intensitas seismik 5 bagian atas di Prefektur Miyagi, sejauh ini tidak abnormal.

Selain itu, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi milik TEPCO, yang memiliki intensitas seismik kurang dari 5, dan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daini, yang memiliki intensitas seismik 4, sejauh ini belum abnormal.

Di sisi lain, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Tokai No. 2 Perusahaan Tenaga Atom Jepang, yang terpantau bergetar dengan intensitas seismik 4, sejauh ini belum abnormal.

Tidak ada perubahan nilai pos pemantauan di salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir.

KBRI Tokyo Pantau Kondisi WNI Pasca Gempa M 7,2

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi menjelaskan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo melakukan pemantauan kondisi warga negara Indonesia di Prefektur Miyagi dan beberapa wilayah yang juga merasakan gempa. 

"KBRI telah berkoordinasi dengan sejumlah perwakilan WNI di wilayah tersebut untuk memonitor kondisi WNI. Sampai saat ini KBRI masih mengumpulkan informasi baik melalui liputan awal media Jepang maupun informasi dari masyarakat," ujar Heri Akmadi dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com, Sabtu (20/3/2021).


(FOTO: Longsoran di jalan bebas hambatan Joban di Soma Fukushima, Jepang sedang diperbaiki/Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Heri Akhmadi menghimbau kepada WNI yang bermukim di Jepang khususnya di Prefektur Miyagi agar segera melapor kepada KBRI Tokyo melalui layanan telepon hotline jika dalam keadaan darurat terkait gempa.

 "Kepada WNI yang berada dalam kondisi darurat agar melapor ke hotline KBRI Tokyo. Tetap tenang dan ikuti petunjuk dari pemerintah daerah setempat," lanjut Heri Akhmadi.

KBRI Tokyo hingga kini belum mendapat informasi seputar adanya korban jiwa dari WNI dan kerugian materiil terkait gempa. Jumlah total WNI yang bermukim di Prefektur Miyagi ada 984 orang. 

Adapun Hotline KBRI Tokyo yang bisa dihubungi +81 90-3506-8612 atau +81 80-4940-7419. 

Gempa Fukushima 13 Februari

Sebulan lalu gempa bumi juga mengguncang Jepang tepatnya di Fukushima.

Hingga Minggu (14/2/2021) malam sedikitnya jumlah korban gempa bumi berkekuatan 7,3 magnitudo yang terjadi Sabtu (13/2/2021) tercatat 155 orang terluka.

Sementara yang mengalami luka agak parah sekitar 5 orang.

"Mereka yang terluka pada gempa tengah malam tanggal 13 Februari di Fukushima, Miyagi, Yamagata, Ibaraki, Tochigi, Gunma, Saitama, Chiba, dan Kanagawa ada sedikitnya 155 orang korban," papar sumber Tribunnews.com di Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, Minggu (14/2/2021).

Korban terluka paling banyak di Prefektur Fukushima dan Miyagi, dengan jumlah sekitar 100 orang, lainnya tersebar di sejumlah perfektur.

"Selain itu yang parah karena berdarah menginjak pecahan kaca yang hancur akibat gempa yang besar itu, kepala tertimpa benda keras, dan jatuh dari tangga sehingga tulang kakinya retak. Usia korban dari sekitar 20 tahunan hingga 90 tahunan," lanjutnya.

Setidaknya ada 250 orang di Fukushima dan Miyagi untuk sementara dipindahkan ke pusat-pusat evakuasi untuk mencegah infeksi virus corona. Juga pengungsian karena kerusakan rumah tinggalnya.

Pemadaman listrik yang terkait melebihi 900.000 rumah tangga di Tohoku dan Kanto telah teratasi, tetapi pemadaman air ledeng terus berlanjut di Fukushima dan Miyagi.

Menurut Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, hingga ini sekitar 25.700 rumah tangga di Prefektur Miyagi, Fukushima, Ibaraki, dan Tochigi untuk sementara terputus saluran air bersih.

Pasukan Bela Diri, yang diminta Prefektur Fukushima untuk mengirimkan bala bantuan bencana telah dikerahkan, dan memulai aktivitas pasokan air di Kota Shinchi, di mana air terputus di hampir semua wilayah.

Pasukan bela diri Jepang (SDF) sejak malam terjadi gempa sudah mulai bergerak khususnya 14 Januari pagi hari dengan mendeteksi dari udara menggunakan helikopter untuk mencatat daerah-daerah yang terpukul akibat gempa besar tersebut.

Sedikitnya 40 kali terjadi gempa susulan sejak gempa besar Sabtu malam hingga Minggu (14/2/2021) malam.

Dipastikan 86 bangunan rusak sebagian di Prefektur Fukushima, Miyagi, dan Yamagata. Ada juga longsor silih berganti.

Di Soma Interchange (IC) - Shinchi IC di Joban Expressway, lereng runtuh dan memblokir jalan sepanjang 70 meter.

Pekerjaan restorasi sedang berlangsung, tetapi lalu lintas masih ditutup di bagian yang sama.

Selain itu, tanah longsor skala besar terjadi di lokasi sirkuit "Sirkuit Ebisu" di Kota Nihonmatsu, Prefektur Fukushima, dan sedimen mengalir ke jalur tersebut.

Atap rumah di Kori Fukushima ambruk ke jalan raya menghalangi kendaraan lalu lintas. (Foto Kyodo)

Satu jalur ditutup sekitar 70 meter akibat longsoran, membuat satu jalur di sampingnya menjadi dua arah untuk sementara di potongan daerah longsoran jalur bebas hambatan Joban tersebut.

Senin (15/2/2021) hari ini jalur longsoran yang tertutup itu diperkirakan sudah normal kembali.

SUMBER: 

https://www.tribunnews.com/internasional/2021/03/20/tak-ada-keanehan-di-pembangkit-listrik-tenaga-nuklir-jepang-pasca-gempa-magnitudo-72

Berita Terkait Jepang

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved