Masih Ingat Ratna Sarumpaet? Bohong Soal Oplas Lalu Dipenjara, Sentil Jokowi dan Prabowo Usai Bebas
Wajah Ratna lebam dan bengkak akibat operasi sedot lemak di wajah. Malu dengan kondisi wajahnya, dia memutuskan berbohong
Penulis: Finneke Wolajan | Editor: Finneke Wolajan
Ratna juga menyinggung Presiden Joko Widodo atau Presiden Jokowi terkait kritiknya selama ini.
Ratna menganggap, kritiknya terhadap pemerintahan Presiden Jokowi selama ini adalah bentuk kasih sayangnya.
"Kalau beliau tidak saya kritik, berarti saya enggak sayang sama beliau," ucap Ratna.
Sutradara film Jamila dan Sang Presiden (2009) itu tak gentar melayangkan kritikan, jika memang merasa ada yang perlu dibenahi dalam pemerintahan.
"Itu kan tabiat saya. Saya rasa juga nanti mudah-mudahan Pak Jokowi juga kapok penjarakan saya. Enggak ada gunanya juga, orang tua, kan," kata Ratna,
Kata Ratna, tugasnya sebagai warga negara yang juga aktivis adalah mengkritik kinerja pemerintah sebagai bukti Indonesia merupakan negara demokrasi.
"Masa kalau saya kritik, masa saya dimarahin lagi, enggak boleh gitu dong, kita negara demokrasi. Tugas saya sebagai aktivis," kata Ratna.
Terus mengkritik
Meski sudah merasakan "jahatnya" mendekam di Lapas perempuan kelas II A Pondok Bambu, Jakarta Timur, ia pun tak gentar untuk mengkritik kebijakan-kebijakan yang menurut pandangannya salah.
Katanya, kebiasaan mengkritik sudah tidak bisa diubah.
Ia menceritakan pengalamannya saat mendekam di penjara. Ratna mengaku membantu banyak orang ketika ia mendekam di Rutan Polda Metro Jaya.
"Di penjara di Polda juga banyak yang saya bantu, artinya kualitas saya sebagai aktivis enggak berhenti di mana pun saya berada," kata Ratna.
Setelah bebas penjara tersebut, belum ada kabar ratna sarumpaet sekarang. Dirinya bak hilang ditelan bumi setelah menghirup udara bebas. Tak seperti sebelumnya, ia terkenal vokal mengkritisi pemerintah. (tribunmanado.co.id/finneke wolajan)