Doa
Doa Iftitah Pendek, Lengkap Bacaan Arab, Latin dan Indonesia
bacaan doa iftitah pendek, subhanakallahumma wabihamdka watabarokasmuka wataala jadduka wala ilaha ghoiruka
TRIBUNMANADO.CO.ID - Doa iftitah hukumnya sunah untuk diamalkan dalam sholat.
Setelah takbiratul ihram ada doa yang dibaca dalam sholat yakni doa iftitah.
Sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, membaca doa iftitah hukumnya adalah sunah.
Ajaran Nabi Muhammad SAW, banyak versi doa iftitah yang ada dalam sholat.
Ustaz Abdul Somad dalam 77 Tanya Jawab Seputar Shalat mengatakan, bentuk doa Iftitah ini jumlahnya banyak.
"Membaca Fatihah saja sah. Cuman ibarat makan ya nasi ama kecap doang," kata UAS. "Tentu kita maunya full, ada sayurnya, ada cuci mulutnya, ada semuanya lengkap," lanjut Ustadz Abdul Somad.
Berikut doa pilihan menurut Mazhab Hanafi dan Hanbali:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إلَهَ غَيْرُكَ
Subhanakallahumma wabihamdka watabarokasmuka wataala jadduka wala ilaha ghoiruka
Artinya:
Maha Suci Engkau ya Allah dan dengan pujian-Mu, Maha Suci nama-Mu dan Maha Tinggi keagungan- Mu, tiada tuhan selain Engkau.
Berdasarkan riwayat Aisyah, ia berkata: “Rasulullah Saw ketika mengawali shalat, beliau membaca: “Maha Suci Engkau ya Allah dan dengan pujian-Mu, Maha Suci nama-Mu dan Maha Tinggi keagungan-Mu, tiada tuhan selain Engkau”. (HR. Abu Daud dan ad- Daraquthni dari riwayat Anas. Abu Daud, at-Tirmidzi, an-Nasa’I, Ibnu Majah dan Ahmad dari Abu Sa’id. Muslim dalam Shahih-nya: Umar membaca doa ini dengan cara jahar [Nail al-Authar: 2/195]).
Tak hanya itu, Ustadz Abdul Somad mengatakan, ada beberapa doa Iftitah lainnya.
Riwayat pertama:
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-sholat-berjamaah.jpg)