Sosok Tokoh
Kisah Hasman Zhafiri Muhammad, Anak Petani yang Raih IPK Sempurna, Ingin Bermanfaat bagi Orang Lain
Hasma merupakan seorang anak dari keluarga petani yang kurang mampu. Namun pemuda ini dapat membuktikan bahwa prestasi dapat diraih oleh semua orang.
Ketertarikannya di bidang organisasi itu sudah dimulai sejak bersekolah di MAN 1 Yogyakarta.
• Hati-hati Setiap Sekda, Jika Tak Bekerja Profesional, Menpan-RB Bolehkan Bupati/Walikota Untuk Ganti
• Hasil Drawing Perempat Final Liga Europa, Man United Bertemu Wakil Spayol, Berikut Jadwal Lengkapnya
Lantas, bagaimana caranya bisa mendapatkan IPK 4,00?
Hasman yang lahir di Bantul, 25 Maret 1998 itu mengaku menjalani perkuliahan seperti mahasiswa lainnya. Dia mengaku tetap belajar dengan tekun, mengenali karakteristik dosen, dan sebagainya.
"Semester pertama IP saya 4, jadi mulai dari situ saya bersungguh-sungguh supaya bisa mendapatkan 4 itu enggak hanya semester 1 saja tapi sampai semester 8," ungkap Hasman kepada Kompas.com, belum lama ini.
Sejak saat itu ia menargetkan IPK sempurna. Namun ternyata nilainya tak selalu bagus, sehingga Hasman rela untuk remedi.
"Suatu ketika hampir di puncak semester 6 itu saya mendapatkan A- dan A/B itu saja saya ulang (remedi), karena ingin banget mendapatkan pin emas," kata putra dari Sajadi dan Maryani itu.
Agar bisa kuliah di dua kampus sekaligus, Hasman mengatur jadwalnya saat input KRS. Ia membagi waktunya dengan seksama, sebelum tengah hari atau Dzuhur, dipergunakannya untuk kuliah di UII, setelahnya baru kuliah di UIN.
Butuh waktu sekitar setengah jam perjalanan dari UII ke UIN. Sehingga setelah sampai di UIN, dia masuk kelas lalu izin untuk shalat terlebih dahulu.
"Ya mungkin memang agak aneh tapi intinya semua itu perjuangan, cara bagi waktu saya seperti itu," tuturnya.
Hasman tak hanya mengejar nilai akademis, tapi juga menyibukkan diri di organisasi. Di UII, ia juga aktif sebagai takmir Masjid Ulil Albab dan HMI FIAI UII.
Lalu di UIN di organisasi JQH Al Mizan divisi shalawat. Sebelumnya pada 2014-2015 saat masih di MAN Yogyakarta 1, Hasman juga aktif dalam Rois Am organisasi Kerohanian Islam.
"Organisasi kembali ke skala prioritas," ungkapnya.
Dia membagi waktu antara kuliah dan organisasi dengan porsi 60:40, dengan lebih berat di kuliah. Hasman mengutamakan kuliah, karena kuliah merupakan kewajiban.
• Jemmy Ringkuangan Ingatkan Sejumlah Poin Penting Kepada Perangkat Daerah di Tomohon
Alasan di balik semuanya
Kuliah hingga di dua tempat yang dilakoni Hasman tersebut tentu mempunyai tujuan tertentu. Salah satunya yakni keinginan kuat untuk membahagiakan kedua orang tuanya. Terlebih, ia bukanlah dari keluarga kalangan mampu.