Terkini Nasional
FOTO Gantengnya Serda Aprillio Manganang Usai Menerima Pengesahan Identitas Baru
Serda Aprilia Manganang menjalani sidang perubahan status jenis kelamin dan pergantian nama di Pengadilan Negeri Tondano.
Melisa menuturkan bahwa hipospadia terbagi atas beberapa kategori, yakni kategori ringan dan berat.
"Kalau tipe ringan, lubang uretranya terletak di sekitar kepala penisnya. Jadi, bisa terdapat di leher penisnya atau bisa juga di tengah-tengah batang penisnya," tutur Melisa.
"Tetapi, ada beberapa kelainan juga yang kurang lebih 10 persen. Jadi lebih parah kondisinya, lubang uretranya itu terletak pada skrotum atau buah zakarnya. Ini biasanya disertai dengan kelainan yang lain, yakni, kulit penisnya tidak bisa menutup dengan sempurna. Jadi, semacam ada kumpulan kulit di tengah-tengah buah zakarnya," papar Melisa.
Melisa memaparkan bahwa hipospadia dengan kategori berat maka hal itu harus melewati detail pemeriksaan.
"Jadi, kalau disertai dengan kelainan yang lain, di mana disertai dengan penumpukan kulit disekitar buah zakar memang deteksi dininya agak lebih sulit. Sebab, orangtua tidak dapat melihat kelainan ini karena lubang kencing saat bayi baru lahir itu sangat kecil," papar Melisa.
Meski demikian, Melisa menjelaskan bahwa ada beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk melihat kondisi anaknya.
"Jadi cara orangtua mendeteksi adalah dengan melihat apakah anak laki-lakinya itu kencingnya dapat mengalir atau mancur dari tengah-tengah ujung penisnya. Kalau arah aliran kencingnya tidak normal, seperti sprey menyebar ke beberapa arah atau kencing tidak keluar dari tengah lubang ujung penis. Itu bisa saja terjadi hipospadia," bebernya.
Melisa menganjurkan kepada orangtua, agar segera membawa sang buah hatinya untuk diperiksa oleh dokter anak maupun spesialis anak terdekat.
"Jadi, apabila menemukan gejala seperti itu orangtua dapat segera mengkonsuktasikan anaknya ke dokter spesialis anak terdekat," ucap Melisa.
Menurut Melisa, penyebab kelainan hipospadia itu mayoritas masuk ke dalam kategori ringan, hanya saja diperlukan pemeriksaan mendetail terkait hal tersebut.
"Penyebab, hipospadia adalah kelainan kongenital. Jadi bawaan bayi itu sendiri. Sebenarnya, kelainan hipospadia 90 persen adalah ringan. Jadi, letak muara uretranya itu di sekitar kepala penisnya. Sebenarnya, kelainan itu 90 persen isolated atau sendirian. Sehingga, rata-rata kalau dilakukan satu dan dua kali operasi sudah tidak ada komplikasi. Tetapi ada kurang dari 10 persen hipospadia disertai kelainan yang lain," tegasnya.
"Pertama, bisa disebabkan kelainan testis turun atau buah zakar yang belum turun ke kantongnya. Kita sebut dengan undertaktustestis atau bisa ada kelainan hormonal sejak lahir atau kelainan kelenjar adrenalnya," kata Melisa.
Melisa menganjurkan para orangtua untuk membawa anaknya untuk dilakukan pemeriksaan mendetail apabila hipospadia sudah mengarah ke kategori berat.
"Ketika kelainannya sudah kompleks atau genitalianya tidak jelas antara perempuan atau laki-laki kemudian disertai dengan pubertasnya dia yang tidak jelas mengarah ke laki-laki atau perempuan, kita harus mengevaluasi lebih detail apakah ini kelainan hormon seksual. Jadi, kita harus cek hormonnya dan genetiknya apakah laki-laki atau perempuan," papar Melisa.
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul FOTO : Gagahnya Serda Aprillio Manganang Setelah Menerima Pengesahan Identitas Baru
Berita Aprilia Manganang Lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/serda-aprilia-manganang-menjalani-sidang-perubahan-status-121.jpg)