Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Jumat 19 Maret 2021

BACAAN ALKITAB - Kejahatan Dibalas dengan Kebaikan

Simon Petrus adalah seorang murid yang sangat cepat memberikan reaksi untuk segala sesuatu termasuk dalam hal membela Yesus.

Editor: Aswin_Lumintang

Yohanes 18:10-11a
"Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus.
Kata Yesus kepada Petrus: "Sarungkan pedangmu itu;"
-----------------------------------------

Ilustrasi Renungan
Ilustrasi Renungan (internet)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Simon Petrus adalah seorang murid yang sangat cepat memberikan reaksi untuk segala sesuatu termasuk dalam hal membela Yesus. Ia orang yang selalu ada di garda terdepan untuk membela Yesus. Dalam peristiwa ini sepertinya Simon Petrus ingin membela Yesus, sekaligus menjadi kesempatan bagi Simon Petrus untuk mencari muka di depan Yesus, dengan cara memutuskan telinga kanan Malkhus hamba Imam Besar.

Namun apa yang dilakukan oleh Simon Petrus adalah cara yang keliru atau salah. Sebab apa yang ia lakukan sesungguhnya merupakan simbol kekerasan atau kejahatan dan hal itu sangat bertentangan dengan ajaran Yesus seperti dalam hukum kasih dalam 1 Petrus 3:9: Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan; 1 Tesalonika 5:15: Jangan membalas jahat dengan jahat; dalam Perjanjian Lama di kenal dengan gigi ganti gigi, mata ganti mata, kejahatan di balas dengan kejahatan. Siapa yang main pedang, maka ia akan dimakan oleh pedang. Yesus mengajar batu dibalas dengan kapas, kejahatan dibalas dengan kebaikan.

Baca juga: Hasil Liga Eropa Arsenal vs Olympiakos, The Gunners Meski Kalah 0-1, Tetap Melaju ke Perempat Final

Baca juga: Bupati Bolmong Utara Depri Pontoh Hadiri RUPS Bank SulutGo

Sebagai Keluarga Kristen, kita diingatkan agar supaya hidup saling mengasihi tanpa memandang suku, jabatan atau lain-lain, tidak melakukan kekerasan (KDRT), tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi membalas kejahatan dengan kebaikan. Karena Hakim kita adalah Tuhan Yesus Kristus yang adalah Hakim yang adil. Amin.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih untuk Firman-Mu, sebab Firman-Mu selalu mengajar kami untuk hidup saling mengasihi satu dengan yang lain, menjauhkan kami dari tindakan-tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Amin.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved