Breaking News:

Vonnie Panambunan Tersangka

Dua Rumah Mewah Itu Mendadak Sunyi, Warga : Ibu VAP Tak Muncul Sejak Desember

Ada dua rumah mewah milik VAP yang bersisian.  Pada rumah pertama yang bertingkat tiga, pintu gerbang terkunci.  Demikian pula pintu rumah.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Rumah milik tersangka kasus pemecah ombak Vonnie Anneke Panambunan (VAP) di Kelurahan Kleak, Kecamatan Malalayang, kota Manado. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Rumah milik tersangka Kasus Pemecah Ombak, Vonnie Anneke Panambunan (VAP) di Kelurahan Kleak, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, dalam keadaan terkunci, Kamis (18/3/2021) pagi. 

Ada dua rumah mewah milik VAP yang bersisian.  Pada rumah pertama yang bertingkat tiga, pintu gerbang terkunci. 
Demikian pula pintu rumah. 

Pintu garasi juga terkunci. Di rumah kedua yang bertingkat empat, gerbang terkunci rapat. 

Dari pagar setinggi empat meter yang memagari rumah bergaya semi minimalis tersebut, tampak sebuah mobil parkir di halaman.

Tiga jendela di tingkat tiga terlihat terbuka. Seorang warga setempat yang enggan namanya disebut menuturkan, sudah tak pernah melihat lagi VAP sejak Desember.

"VAP sudah tak terlihat lagi," kata dia.

Ungkap dia, rumah pertama VAP berada di ujung lorong. Rumah itu sudah ada sejak lama.

Kemudian rumah kedua yang lebih besar dibangun sebelum ia menjadi Bupati.

"Saat menjadi Bupati rumah itu sementara finishing," kata dia. 

Sebut dia, rumah itu ditinggali VAP selama menjabat Bupati. Setiap hari selalu dijaga Sat Pol PP

"Tapi setelah tak menjabat Bupati, rumah itu hanya dijaga penjaga biasa," kata dia. 

Sering, kata dia, rumah itu ramai. Apalagi saat pilkada lalu. "Tapi kini dua rumah itu sunyi," kata dia.  

Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. 

Begitulah pepatah yang kurang lebih cocok dengan apa yang dialami mantan Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan (VAP).

Setelah berkali kali lolos dari lubang jarum, akhirnya VAP kena batunya juga. 

Ia ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek pemecah ombak Likupang II, Kabupaten Minut pada Selasa (16/3/2021.

Dirinya tidak ditahan oleh pihak Kejati Sulut dikarenakan sedang sakit dan dalam perawatan di RSPAD Jakarta

VAP ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah turut mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 6,8 miliar. 

Dari jumlah tersebut, VAP telah mengembalikan sekitar Rp4,2 miliar, dan masih ada sekitar 2 miliar lebih yang harus dipertanggungjawabkan VAP.

Perjalanan VAP menuju status tersangka sangat panjang. Diwarnai sejumlah drama. VAP misalnya pernah mangkir sidang selama belasan kali. 

Dengan berbagai alasan. Pernah sekali ia mematuhi panggilan kejati. Dan drama muncul. Di hadapan kamera wartawan, VAP bertingkah.

"Shooting jo," kata dia dengan gaya merengek saat di foto wartawan.

Fakta persidangan terang terangan menunjuk VAP sebagai otak korupsi tersebut. Tapi ia sangat sakti. Sulit disentuh. 

Berbagai kalangan pun menyoroti Kejati Sulut karena lemah di hadapan VAP

Bukannya tenggelam, VAP bahkan percaya diri maju di Pilgub. 

Namun kasus tersebut adalah yang menghancurkan VAP. Elektabilitasnya sulit naik meski rajin bagi bagi sembako. 

Masyarakat sulit lupa dengan drama VAP seputar kasus pemecah ombak. 

Kasus tersebut telah menurukan derajat VAP.  Dari batu sentuhan menjadi batu sandungan.

Ketidakadilan yang telanjang itu membuat warga sulit menerima kebaikan VAP di masa Covid 19. 

Pengamat hukum Unsrat Rodrigo Elias menilai upaya mantan Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan mengembalikan uang negara sebesar 6 miliar dalam kasus dugaan korupsi pemecah ombak tak dapat menghapus perbuatan pidana. 

"Pidana tetap jalan karena dalam hukum yang dinilai adalah unsur kesalahan," kata dia kepada Tribun Manado Rabu (17/3/2021) malam via WA. 

Sebut dia, tindakan pengembalian tersebut hanya dapat meringankan saja. 

Namun permasalahannya, VAP juga punya banyak unsur yang memberatkan. Salah satunya jejak korupsi VAP.

"Dia sebelumnya pernah melakukan korupsi. Dan ini akan memberatkannya," ujar dia. 

Faktor memberatkan lainnya adalah sering mangkirnya VAP dari sidang. Tercatat VAP pernah mangkir sidang belasan kali.

"Itu akan jadi pertimbangan," kata dia. 

Ia menengarai vap akan dijerat dengan pasal 3 dan 3 UU Tipikor dengan ancaman penjara 20 tahun.

Berapa hukuman yang akan dijatuhkan, terserah pertimbangan hakim.

"Hakim akan mempertimbangkan segala aspek," ujarnya. (art) 

Ikatan Cinta Kamis 18 Maret 2021: Al Rasakan Keanehan saat Cari Sosok Sumarno, Temukan Fakta Baru

Kasus Covid 19 Mulai Mereda di Sulut, Gubernur Olly Dondokambey Persiapan Sambut Kunjungan Wisatawan

Kisah Stevenly Rio Loginsi Warga Sulawesi Utara yang Namanya 3 Kali Disebut Presiden Jokowi: Rio

Berita lainnya tentang Vonnie Panambunan jadi tersangka kasus korupsi

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved