Gantung Diri
Sering Menyendiri, Kepala BPBD Minsel Pernah Mengaku Stres
Dia ditemukan tewas tergantung di balok ventilasi pintu kamar, Selasa (16/3/2021) sekira pukul 18.00 Wita. Dugaan sementara, Tumiwa tewas gantung diri
Penulis: Rul Mantik | Editor: Rizali Posumah
Kontributor tribunmanado.co.id. Rul Mantik
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kematian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Selatan (Minsel), Ruddy Tumiwa, cukup tragis.
Dia ditemukan tewas tergantung di balok ventilasi pintu kamar, Selasa (16/3/2021) sekira pukul 18.00 Wita. Dugaan sementara, Tumiwa tewas gantung diri.
Kepada salah seorang temannya, dia mengaku sedang stres. Hanya saja tidak dijelaskan soal penyebab stresnya.
"Waktu dia ketemu saya dan bilang, saya sedang stres," kata Kristian Ngau, mengutip pernyataan korban, kepada Tribun Manado, Rabu (17/3/2021).
Pengakuan itu, kata Ngau, disampaikan almarhum ketika mereka membahas soal masker.
"Setelah itu dia bilang, Kris, kalau nanti dirolling (jabatan), sudah tidak saya pikirkan. Namun dia tidak lagi melanjutkan pembicaraan itu," katanya Kris.
Informasi yang diberikan teman korban yang lain, katanya dia menderita penyakit jantung. Penyakit itu sudah lama dia derita.
"Memang sudah lama dia menderita penyakit jantung. Malah, kalau sampai obatnya habis, tangannya sampai gemetaran," ungkap Max Weken, teman Ruddy.
Dia menduga penyakit yang lama diderita Ruddy, serta tekanan pekerjaan, membuat korban mengambil keputusan mengakhiri hidup.
"Yah, ini kan dugaan. Mungkin beliau dipengaruhi dengan penyakit jantungnya serta tekanan pekerjaan. Dia kan seorang pejabat," paparnya.
Dalam beberpa bulan terakhir, banyak saksi yang melihat Ruddy sering menyendiri. Pandangannya saat berjalan pun seakan kosong.
"Bapak kan sangat pendiam. Dia sering menyendiri. Jadi tidak ada yang tahu masalah yang sedang almarum hadapi," ujar pegawai yang pernah menjadi staf Ruddy Tumiwa di Dinas Pekerjaan Umum.
Sementara itu, Kapolres Minsel, AKBP Norman Sitindaon mengatakan, korban sudah selesai diotopsi.
"Hasil otopsinya sudah kita kirim ke laboratorium di Makasar. Tinggal menunggu hasilnya nanti. Sampai sekarang, dugaan awal dan laporan warga, masih kasus gantung diri," kata Norman.