Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Masih Ingat Budi Waseso? Kini Dirut Bulog, Berani Sebut 2 Menteri Impor Beras Saat Stok Bertumpuk

Terkait instruksi impor, Budi Waseso mengatakan pihaknya siap untuk menampung beras hingga 3,6 juta ton sesuai kapasitas gudang Bulog

Editor: Finneke Wolajan
(Youtube KompasTV)
Dirut Perum Bulog, Budi Waseso atau Buwas 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masih ingat Budi Waseso? Direktur Utama Perum Bulog yang berani menyebut dua menteri Jokowi instruksikan import beras, padahal stok menumpuk. 

Budi Waseso menyebut dua menteri tersebut adalah Menteri Koordinator Ekonomi Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi

Dua menteri Presiden Joko Widodo ( Jokowi) ini menginstruksikan import beras dalam sebuah rapat koordinasi terbatas.

“Rakortas saat itu enggak diputuskan untuk impor. Hanya kebijakan dari Pak Menko (Perekonomian) dengan Mendag itu yang pada akhirnya kita dikasih penugasan tiba-tiba untuk laksanakan impor,” katanya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Badan Legislasi DPR secara virtual, Selasa (16/3/2021).

Budi Waseso menambahkan, dalam rakortas yang dipimpin Menko Airlangga Hartarto tersebut hanya membahas mengenai kemungkinan kelangkaan dan prediksi cuaca.


Budi Waseso (Istimewa)

“Enggak ada. Jadi saat itu hanya membahas kemungkinan dan cuaca prediksi kelangkaan, sehingga waktu itu perlu kita impor sebagai buffer stock atau iron stock,” katanya.

Bulog menyatakan akan kesulitan menyalurkan beras impor tersebut. 

Dalam RDP dengan Komisi IV DPR, Budi Waseso melaporkan, persediaan beras per 14 Maret 2021 di gudang Bulog mencapai 883.585 ton.

Dengan rincian 859.877 ton merupakan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 23.708 ton stok beras komersial.

Sementara beras sisa impor tahun 2018 yang masih tersedia di gudang Bulog yaitu 275.811 ton, dengan 106.642 ton di antaranya mengalami turun mutu. Adapun total impor beras tahun 2018 sebesar 1.785.450 ton.

"Kesalahan pada impor beras tahun 2018 dikarenakan rata-rata jenisnya merupakan jenis beras pera yang tidak sesuai dengan selera masyarakat Indonesia. Akibatnya, sulitnya penyaluran beras tersebut. Kita perlu mencampur beras impor tersebut dengan beras produksi dalam negeri agar bisa disalurkan ke masyarakat," kata Budi Waseso seperti dikutip dari antaranews.com.

Pada Maret 2020, lanjut Budi Waseso, beras impor tahun 2018 masih tersisa sekitar 900 ribu ton.

Beras tersebut kemudian digunakan untuk penyaluran bantuan sosial dari Kementerian Sosial dan bantuan langsung dari Presiden kepada masyarakat dalam menanggulangi dampak ekonomi akibat pandemi.

Namun, beras tersebut hanya tersalurkan sekitar 450 ribu ton dari alokasi sebanyak 900 ribu ton. Sisanya, hingga kini sebanyak 275.811 ton beras impor tahun 2018 masih tersimpan di gudang Bulog dengan 106.642 ton di antaranya sudah mengalami turun mutu.

Rencananya, kata Budi Waseso, beras sisa impor tahun 2018 tersebut akan diolah menjadi tepung yang akan ditangani oleh Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian.

Dia menyebut, Bulog saat ini telah kehilangan pangsa pasar sebesar 2,6 juta ton beras per tahun dikarenakan Program Rastra (beras untuk keluarga sejahtera) diganti oleh pemerintah menjadi Bantuan Pangan Nontunai (BPNT).


Budi Waseso (Kolase istimewa)

Yang tadinya masyarakat mendapatkan bansos berupa beras dari Bulog, kini diberikan bantuan secara nontunai yang bisa dibelanjakan sendiri oleh masyarakat penerima manfaat di warung-warung yang bekerja sama dengan Kementerian Sosial.

Terkait instruksi impor, Budi Waseso mengatakan pihaknya siap untuk menampung beras hingga 3,6 juta ton sesuai kapasitas gudang Bulog di seluruh Indonesia.

Namun, ia meminta agar ada pangsa pasar untuk menyalurkan beras yang diserap.

"Kalau kami membeli sebanyak apapun kami siap, asalkan hilirnya dipakai," katanya.

Profil dan Biodata Budi Waseso

Budi Waseso
Budi Waseso (SURYAOnline/Aji Kusuma)

1. Mantan Kabareskrim

Budi Waseso adalah seorang perwira Polri dengan pangkat terakhir Komisaris Jenderal (Komjen).  

Komjen Pol (Purn) Budi Waseso lahir di Parenggan, Pati, Jawa Tengah pada tanggal 19 Februari 1960.

Budi adalah lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1984. 

Sebelum menjabat sebagai Kepala BNN beliau telah bertugas sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) Polri.

Budi Wasesa merupakan menantu mantan Kapolda Bali dan Kapolda Jatim Letnan Jenderal Polisi (Purn.) Pamudji yang terakhir menjabat Deputi Kapolri tahun 1980-an (setara Wakapolri).

Riwayat Jabatan

2007: Kaden Opsnal II Puspaminal Div Propam Polri

2008: Kabid Propam Polda Jateng

2009: Kabid Litpers Pusprovos Div Propam Polri

2010: Kapus Paminal Div Propam Polri

2012: Kepala Kepolisian Daerah Gorontalo

2013: Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri

2014: Kasespim Lemdiklat Polri

2015: Kepala Badan Reserse Kriminal Polri

2015: Kepala Badan Narkotika Nasional

2018: Pati Yanma Polri

2. Aktif di Pramuka

Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Komjen Pol (Purn) <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/budi-waseso' title='Budi Waseso'>Budi Waseso</a> secara resmi melantik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jatim Masa Bakti 2019-2024, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (9/8/2019).
Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Komjen Pol (Purn) Budi Waseso secara resmi melantik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jatim Masa Bakti 2019-2024, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (9/8/2019). (surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahro)

Selain menjabat Direktur Utama Bulog, Budi Waseso juga menjadi Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Selama berkarir, Budi Waseso mendapat sejumlah tanda jasa.

Berikut di antaranya:

Bintang Bhayangkara Pratama

Bintang Bhayangkara Nararya

SL. Pengabdian XXIV

SL. Pengabdian XVI

SL. Pengabdian VIII

SL. Jana Utama

SL. Dwidya Sistha

SL. Santi Dharma

SL. Dharma Nusa

SL. GOM IX

3. Membuat Pusat Pengembangbiakan Anjing Pelacak

Budi Waseso mengatakan bahwa saat ini Indonesia punya pusat pengembangbiakan dan pelatihan anjing pelacak atau K9 yang berada di Lido, Bogor, Jawa Barat.

Pertimbangan membuat pusat pengembangbiakan anjing adalah karena Indonesia selama ini selalu membeli anjing-anjing pelacak dari luar negeri dengan harga yang mahal.

"Kalau kita membeli itu selalu kita ketergantungan dengan negara lain dan sangat mahal. Maka kita harus bisa melatih dan membuat sendiri, breeding. Maka saya membangun tempat itu, tempat pelatihan anjing dan breeding, juga di Lido dan sudah diresmikan," kata Budi Waseso di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur pada Kamis (1/3/2018).

Untuk mengembangbiakan dan melatih anjing-anjing pelacak, ia telah menyekolahkan anggotanya ke Australia, Selandia Baru, dan Amsterdam.

"Kita punya kemampuan-kemampuan itu karena anggota-anggota saya kita sekolahkan ada di Australia, ada di Amsterdam, dan New Zealand. Nah sekarang mereka sudah jadi ahli-ahli untuk melatih itu," kata Budi Waseso.

4. Buat laboratorium narkotika bertaraf internasional

Dalam rangka memerangi peredaran narkoba di Indonesia, BNN di bawah kepemimpinan Budi Waseso mendirikan
laboratorium narkotika nasional bertaraf internasional di Lido, Bogor, Jawa Barat.

"Saya membangun itu dengan dukungan Pak Presiden, Komisi III DPR, Menteri Keuangan, saya berhasil yang kemarin saya resmikan di Lido. Itu sekarang kita punya Laboratorium Narkotika Nasional yang bertaraf inrernasional," kata Budi Waseso di kantor BNN RI, Cawang, Jakarta Timur pada Kamis (1/3/2018).

Laboratorium tersebut akan menjadi pusat laboratorium yang akan mendukung proses pro yustisi dalam penindakan narkotika.

"Untuk pro yustisia, nanti hanya Laboratorium Narkotika Nasional yang selama ini kita bisa macem-macem, ini tidak ada kepastian," ungkap Budi Waseso.

5. Jarang kumpul bersama keluarga

Budi Waseso atau Budi Waseso sudah mengabdi selama 34 tahun di kepolisian.

Selama mengabdi kepada negara, dirinya mengaku hampir 90 persen dirinya tidak pernah ikut acara keluarganya.

Dengan berakhirnya tugas, tentu menurutnya yang palning senang adalah keluarganya.

"Saya kira (keluarga) senang ya, tentunya selama ini kan hampir saya tidak pernah kumpul bersama keluarga. Dan di acara-acara khusus keluarga pun saya hampir 90 % tidak pernah hadir," kata Budi Waseso di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur pada Kamis (1/3/2018).

Ia mengatakan bahwa pensiun adalah pemberian Tuhan agar ia bisa berkumpul kembali bersama keluarganya.

"Nah ini mungkin saya dikasih kesempatan Tuhan untuk saya bisa kumpul keluarga dengan suasana yang berbeda, kekurangan-kekurangan kemaren mungkin sata isi sekarang. Itu yang yang paling penting," ungkap Budi Waseso.

Untuk itu, ia mengatakan bahwa kesempatan pensiunnya saat ini ia gunakan untuk mengabdi kepada keluarganya.

"Maka mungkin kesempatan pertama ini adalah saya mengabdi kepada keluarga, karena yang lalu sudah 34 tahun mengabdi kepada negara. Sekarang kita mengabdi kepada keluarga," kata Budi Waseso. (tribunnews/warta kota/wikipedia)

Sebagian artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Budi Waseso Tak Gentar Sebut Dua Sosok Menteri yang Beri Perintah Impor Beras saat Stok Masih Menumpuk

Berita soal Budi Waseso

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved