Cerita Alkitab
Kisah Yudas Iskariot Hianati Yesus, dan MenyerahkanNya Hanya Dengan Ciuman, Tergiur Kenikmatan Dunia
Yudas pun demikian, Dia murid Yesus, namun begitu tergiur oleh kenikmatan dunia.
Jawab Yesus: "Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia.
Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi."

Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: "Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorangpun yang Kubiarkan binasa."
Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus.
Kata Yesus kepada Petrus: "Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?"
Renungan
Dalam hidup ada dua kemungkinan yaitu apakah kita akan mundur dari iman kita, ataukah masalah dalam pergumulan justru semakin membuat kita maju dalam iman percaya kepada Tuhan.
Entah apa yang ada di pikiran Yudas sehingga tergiur dengan kenikmatan sesaat dengan menerima 30 keping perak sebagai bayaran terhadap perbuatannya.
Yesus sama sekali tidak menunjukkan keinginan menyelamatkan diri apalagi ketakutan saat yudas menyerahkan Yesus kepada para imam-imam kepala dan orang farisi.
Ketika Ia menjawab Akulah dia kepada para prajurit, Dia tidak mundur tetapi Dia maju untuk membuktikan imannya kepada Bapa yang mengutus dia.
Yesus tidak takut tidak bersembunyi dan tidak melarikan diri karena masalah yang akan dihadapi, tetapi Dia dengan berani menghadapinya karena Dia sedang hidup dalam rencana Bapa-Nya.
Pada waktu itu Petrus menyerang seorang hamba imam dengan pedang sampai putus telinganya.
Namun, walaupun Petrus bermaksud membela Yesus tapi Yesus menegur Petrus sarungkan pedang mu itu.
Meskipun tindakannya dilakukan atas dasar loyalitas kepada gurunya.
Bagi Yesus salib adalah tujuan kedatangannya ke dalam dunia dan Ia telah berkomitmen untuk menanggungnya.