Breaking News:

Info BMKG

Peringatan Dini Sabtu 13 Maret 2021, Besok Sejumlah Daerah Waspada Cuaca Ekstrem, Ini Rincian BMKG

Info cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi besok, Sabtu (13/3/2021) di sejumlah daerah. Hujan lebat disertai angin kencang di Yogyakarta hingga Sulut.

Editor: Frandi Piring
dok.istimewa)
Ilustrasi hujan deras disertai angin kencang. Peringatan dini Sabtu 13 Maret 2021. Hujan lebat disertai angin kencang di Yogyakarta hingga Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Peringatan dini hari Sabtu 13 Maret 2021 telah dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Info cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi besok, Sabtu (13/3/2021) di sejumlah daerah.

Yogyakarta hingga Sulawesi Utara diprediksi akan dilanda hujan lebat disertai angin kencang.

Melansir web.meteo.bmkg.go.id, pusat tekanan rendah di Utara Khatulistiwa terpantau di Laut Sulu - Laut Cina Selatan yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di Kalimantan Utara, dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Tengah, dan di Laut Sulawesi.

Baca juga: Gempa Bumi Tadi Pagi Berkekuatan 5,6 SR Mengguncang Wilayah Ini, Berikut Titik Lokasinya

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok 13-14 Maret 2021, DKI Jakarta Potensi Hujan Petir dan Angin Kencang

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Jumat 12 Maret 2021, BMKG: Waspada untuk 19 Wilayah

Selain itu, ada sirkulasi siklonik di perairan Barat Aceh yang membentuk konvergensi memanjang dari Selat Malaka hingga Aceh.

Pusat tekanan rendah lainnya di Selatan Khatulistiwa terpantau di perairan Selatan Jawa Timur dan di Samudera Hindia Barat Daya Jawa yang membentuk konvergensi memanjang dari Perairan Selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur dan belokan angin/shear di Laut Flores dan NTT.

(Foto: Peringatan dini hari Sabtu 13 Maret 2021. Hujan lebat disertai angin kencang di Yogyakarta hingga Sulawesi Utara)

Daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau memanjang dari Sumatera Barat hingga Bengkulu, di Pesisir Selatan Jawa Tengah, di Kalimantan Selatan, di Sulawesi Selatan bagian Utara dan di Papua bagian Utara.

Kondisi ini mampu menyebabkan peningkatan pembentukan awan hujan di sekitar pusat tekanan rendah, sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved