Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sandiaga Uno

Sandiaga Uno Support Pelaku Pariwisata Sulut Bertahan di Tengah Pandemi Covid 19

Sandiaga menyambangi stand Masata ketika kegiatan Gala Dinner di Hotel Peninsula, Manado, Sabtu (6/3/2021).

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Risdianto
Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberikan dukungan moral terhadap para pelaku usaha pariwisata yang tidak etap bertahan di era Pandemi Covid 19. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberikan dukungan moral terhadap para pelaku usaha pariwisata yang tetap bertahan di era Pandemi Covid 19.

Sandiaga bersua sejumlah pelaku pariwisata yang tergabung dalam organisasi Masyarakat Sadar Wisata (Misata).

Sandiaga menyambangi stand Masata ketika kegiatan Gala Dinner di Hotel Peninsula, Manado, Sabtu (6/3/2021).

Sempat berbincang dengan para pelaku usaha pariwisata, Sandiaga kemudian diberikan cinderamata berupa kerajinan tangan yakni gantungan masker.

Leni Nicolas, satu di antara pelaku usaha Pariwisata Sulut. Ia sebelum Pandemi bekerja sebagai travel agen. Belakangan, penerbangan untuk turis luar negeri sementara ditutup karena Pandemi, memaksanya menepi dari aktivitas pekerjaannya. 

''Saya travel agen tour operator inbound. Selama Pandemi tidak terima reservasi tamu," kata dia

Tak ingin berpangku tangan menerima nasib, Leni banting stir jualan online. Saat ini ia menyambung hidup dengan berjualan kue. Kuenya itu pun dipamerkan di Stand Masata di Hotel Peninsuka

"Saya masih punya keterampilan lain diberdayakan bisa yang penting bisa makan, keuntungan tifka besar, tapi dari pada tidak bikin apa-apa," katanya.

Stakeholder holder diera Pandemi agen Pariwisatan. Drop Pandemi. Omset jatuh, bantin striker survive. Pesan survive kreatif

Maya Robot, Travel Agen yang lain juga ikut merasakan dampak Pandemi

"Harapan kami situasi normal lagi, penerbangan lancar ada tamu masuk keluar Manado," ungkapnya.

Namun, sembari menanti kondisi normal, Maya mengatakan, butuh pemasukan untuk makan sehari-hari. Ia jualamln  tali masker buatan sendiri sendiri. 

"Sekadar untuk bisa survive (bertahan). Dibanding tur memang jauh, minimal bisa makan tiap hari, karena kan tiap hari butuh makan," ujarnya.

Ketua DPD Masata Provinsi Sulut, Dino Gobel mengatakan, di masa Pandemi ketika sektor pariwisata mengalami kemorosotan, para pelakunya harus bisa bertahan menunggu kondisi kembali pulihh

Sebab itu Masata di 15 Kabupaten kota mencoba merangkul para anggotanya agar bisa saling mendukung 

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved