Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bitung

Camat Ranowulu Belum Percaya Keaslian Emas Tinerungan, Perusahaan Tambang Justru Segera Menduduki

Warga itu meyakini di belakang rumahnya ada emas dan melihat hasil galiannya ada kandungan emas.

Istimewa
Keberadaan tambang ilegal di Kelurahan Pinasungkulan Kecamatan Ranowulu Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) 

MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID - Tinerungan, satu daerah di Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, jadi pergunjingan.

Seorang warga memamerkan emas yang ia peroleh dari hasil menambang di daerah itu di media sosial.

Sejak saat itu pula, orang-orang yang sempat berhenti menambang kembali bergairah berburu emas di Tinerungan.

Tinerungan sendiri merupakan sebutan warga setempat terhadap kampung atau daerah itu sebelum diberi nama Kelurahan Pinasungkulan.

Tinerungan mencakup dua lingkungan, Lingkungan 1 dan 2 di Pinasungkulan.

Keberadaan tambang ilegal tersebar di Lingkungan 2 RT 6, 7 dan 8.

Berawal pada beberapa tahun silam, ada seorang warga yang melakukan aktivitas penggalian lahan yang berada di belakang rumahnya.

Warga itu meyakini di belakang rumahnya ada emas dan melihat hasil galiannya ada kandungan emas.

Namun lima tahun terakhir, aktivitas itu terhenti karena statusnya penambang tanpa izin.

Lima tahun berlalu, sekitar Desember 2019, pemerintah dan sejumlah warga mendapat informasi bahwa ada aktivitas perorangan melakukan penggalian hingga melapor ke pihak yang berwajib sehingga lokasi itu sempat dipasangi garis polisi.

Sambil menunggu proses terhadap penambang itu berproses muncul aktivitas penambang perorangan lainnya dan dihebohkan dengan ada hasilnya.

Kabar ada kandungan emas di Pinasungkulan sampai ke telinga para penambang dari luar kota Bitung yang sudah gantung peralatan.

Sekitar Januari hinngga Februari 2021 mereka kemudian berbondong-bondong mendatangi lokasi itu dan melakukan penggalian lubang tambang hingga saat ini jumlah sudah ratusan lobang dan puluhan orang penambang.

"Alasan mereka, karena saat beramaan terjadi pandemi Covid-19, mereka banyak kelihangan pekerjaan dan memerlukan biaya untuk menafkahi keluarga dan untuk memenuhi kebutuhan keluarga," kata Camat Ranowulu Dolfie Rumampuk.

Dolfie tahu betul keberadaan kampung itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved