Prajurit TNI Tertembak
Sosok Praka Dedi Irawan, Prajurit TNI yang Gugur Tertembak Dibagian Perut oleh Kelompok MIT
Prajurit TNI kembali gugur saat kontak senjata. Kali ini terkait anggota TNI ini jadi korban dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT)
Danrem pun mencoba menenangkan ibunda Praka Dedi. Raut wajah Brigjen Ismed pun berubah sedih.
Ia juga terlihat merasakan kedukaan yang mendalam dari ibunda Dedi Irawan.
4. Sempat Video Call
Heru, abang Dedi Irawan menyebutkan, keluarga begitu tidak menyangka adiknya pergi secepat ini.
Padahal pagi hari sebelum dikabarkan gugur, almarhum masih sempat berkomunikasi lewat video call dan mengabarkan tentang kondisi dirinya di Poso.
"Kami kaget, soalnya pagi kita masih video call, habis Magrib kita dapat kabar duka bahwa adik kita sudah tidak ada," katanya.
Heru menyebutkan, Dedi Irawan sudah berada di Poso selama tiga bulan. Ia menjalankan tugas negara dan tergabung dalam Satgas Operasi Madago Raya.
Sebelum berangkat ke Poso, Praka Dedi Irawan sempat pulang ke Pekanbaru, selama 10 hari.
"Sebelum berangkat ke Poso dia ke sini. Dia ambil cuti kurang lebih 10 hari. Setelah itu dia berangkat ke Poso," ungkap Heru.
5. Naik Pangkat
Setelah disemayamkan sebentar di rumah duka, jenazah Praka Dedi Irawan dibawa ke Masjid Abu Bakar untuk disalatkan.
Setelah itu, jenazah diserahkan kepada TNI untuk selanjutnya dimakamkan di komplek Taman Bahagia Pekanbaru.
Peti jenazah almarhum yang berbalut bendera merah putih itu diangkat 6 orang personel TNI.
Iring-iringan jenazah tiba di dekat makam. Tembakan salvo meletus beberapa kali, mengiringi proses pemakaman Praka Dedi Irawan secara militer ini.
Keluarga pun ikut mengiringi. Ibunda Praka Dedi yang mengenakan mukenah warna putih, terlihat memeluk erat foto almarhum semasa hidup. Ia didampingi anggota keluar yang lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/prajurit-tni-praka-dedi-irawan-meninggal-saat-bertugas.jpg)