KEK Pariwisata Likupang
Di Likupang Timur Minahasa Utara, Warga Percantik Home Stay Dengan Bunga
Ada bunga yang ditanam di tanah. Ada pula di pot. Di luar pagar juga berderet bunga dengan masing - masing kuncupnya yang bersaing mekar.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Tribun bertemu dengan Rivan Lagu, salah satu pemilik home stay.
Rumahnya dua tingkat. Bagian atas berbentuk adat Minahasa dan berbahan kayu. Itulah tempat menginap turis. Luasnya 6 kali 6. Terdapat ruang dalam, ruang tamu, sebuah kamar dan sebuah kamar mandi.
"Ini sudah rampung 95 persen, tinggal cat saja," katanya.
Bagian bawah yang semi permanen belum rampung. Di sana keluarganya akan tinggal.
"Di atas turis di bawah kami," ujar dia.
Ia bercerita, dulu rumahnya adalah rumah biasa. Konstruksinya sederhana hingga sewaktu waktu bisa roboh.
"Kemudian pada 2019 ada wacana jika disini mau didirikan home stay," ujar dia.
Sempat mengira itu hoaks, ia terkejut ketika tahu tahu rumahnya didatangi bass pada pertengahan 2020. Akhir 2020, rumah itu dibangun.
"Rumah lama dirobohkan, ganti rumah ini. Anggarannya semua dari pemerintah," kata dia.
Adanya usaha baru tersebut membuatnya bergairah. Ia berencana berhenti jadi tukang untuk kelola home stay.
Sang istri makin mematangkan kemampuan masaknya.
"Dia rencananya akan jadi tukang jual makanan. Mungkin bikin masakan babi yang disukai turis," kata dia.
Amelia Banea, warga lainnya mengaku home stay miliknya sudah siap tinggal. Di dalamnya sudah terpasang sofa dan meja. Kamar sudah terisi tempat tidur dan lemari. Sebuah televisi LCD dalam bungkusan tergeletak di lantai. Kamar mandi sudah ada showernya.
"Ini semua dibiayai pemerintah," ujar dia.
Sesuai anjuran pendamping pembangunan rumah itu, ditambahkannya hiasan kerang dan kelapa di atas meja
Bagian depan rumah diisinya dengan bunga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/home-stay-milik-ferry-rantung-di-desa-marinsow-kecamatan-likupang-timur.jpg)