Breaking News:

Berita Ekonomi

Tanggapi Perpres Investasi Miras, Petani Captikus: Jangan Hanya Untungkan Konglomerat

Ketersediaan bahan baku yang melimpah serta peluang bisnis yang terbuka akan jadi pemantik peningkatan produksi.

Penulis: Hesly Marentek | Editor: Rizali Posumah
Istimewa
Ilustrasi - Cap Tikus 1978 kemasan 320 Ml dipasarkan Rp 80 ribu per botol. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Izin investasi industri minuman keras (miras) yang ditandatangani Presiden Joko Widodo, berpeluang meningkatkan produksi captikus di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Ketersediaan bahan baku yang melimpah serta peluang bisnis yang terbuka akan jadi pemantik peningkatan produksi.

Sejumlah petani captikus di Kabupaten Minsel pun bersedia untuk menyambut Peluang Emas itu.

Menurut pengakuan beberapa petani captikus, selama ini produksi minuman beralkohol yang mereka buat, terhalang larangan pembatasan izin oleh pemerintah.

"Memang, produksi captikus kami sangat terbatas karena terbentur aturan," aku Rommy Bella, petani captikus asal Desa Tondei Dua, Kecamatan Motoling Barat.

Rommy mengatakan, bila mereka menjual captikus keluar daerah akan berurusan dengan pihak kepolisian.

"Kalau kami menjual captikus keluar daerah, pasti akan ditangkap polisi. Alasan petugas, kami tak memiliki izin menjual minuman keras," aku

Karena takut akan ditangkap polisi, terpaksa dia hanya memproduksi kecil-kecilan.

"Untuk apa produksi banyak, sedangkan tidak bebas untuk dijual," imbuh Rommy.

Bahkan, karena captikus tidak bisa dijual bebas, dia sempat berhenti memproduksinya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved