Tokoh Nasional
Sosok Kapolri Pertama Letjen Raden Said Soekanto, Tolak Pembentukan ABRI
Soekanto dianugerahi gelar pahlawan nasional atas pengakuan terhadap jasanya dalam membangun institusi Polri.
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA- Eksintensi Kepolisan Negara Republik Indonesia (Polri) sampai saat ini ternyata lantaran peran sosok Kapolri pertama Jenderal (Pol) Purnawirawan Raden Said Soekanto.
Ia orang pertama yang keberatan terhadap pembentukan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).
Alasannya cukup sederhana, agar profesionalitas tidak terganggu.
Kepala Kepolisian RI (Kapolri) pertama Indonesia, Komisaris Jenderal Polisi Raden Said Soekanto mempunyai peran besar dalam sejarah kepolisian negeri ini.
Mengabdi untuk negeri selama kurang lebih 15 tahun, tepatnya sejak 29 September 1945-14 Desember 1959,
R.S Soekanto menjadi pemula penataan organisasi kepolisian di seluruh wilayah Indonesia.
Baca juga: KABAR DUKA, Artidjo Alkostar Dewan Pengawas KPK Meninggal Dunia, Sosok Paling Ditakuti Koruptor
R.S Soekanto diangkat sebagai Kepala Jawatan Kepolisian Negara RIS dari hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) antara Indonesia dan Belanda.
Seperti yang tertulis pada Keputusan Presiden (Keppres) RIS Nomor 22 tahun 1950,
Jawatan Kepolisian RIS dalam kebijaksanaan politik polisional berada di bawah Perdana Menteri dengan perantaraan Jaksa Agung.
Sementara, untuk hal administrasi pembinaan dipertangungjawabkan kepada Menteri Dalam Negeri.
Organisasi-organisasi kepolisian negara-negara bagian dijadikan satu dalam Jawatan Kepolisian Indonesia sebelum
dibentuknya Negara Kesatuan RI pada 17 Agustus 1950 melalui TAP Presiden RIS Nomor 150 pada 7 Juni 1950.
Peleburan tersebut tak dipungkiri membuat kepolisian negara dipimpin secara sentral,
baik untuk bidang kebijaksanaan siasat kepolisian, administrasi, dan organisatoris.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kapolri-pertama-01.jpg)