Artidjo Alkostar Meninggal
Sosok Dewas KPK Artidjo Alkostar, Dikenal sebagai Pahlawan Keluarga
Mantan hakim agung yang juga anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Artidjo Alkostar menghembuskan napas terakhirnya Minggu (28/2/2021)
Kesempatan untuk bertemu dengan Artidjo sebenarnya pernah muncul di bulan Januari 2021. Kala itu badan wakaf UII hendak menggelar rapat. Artidjo pun berencana untuk menghadirinya.
Namun, rencana berubah karena pandemi COVID-19 masih merebak. Rapat itu dibatalkan, Artidjo memilih pulang ke kampung halamannya di Situbondo.
"Kalau pulang paling beliau mengajar, terus rapat badan wakaf itu dua hari di hotel Sabtu sama Minggu biasanya beliau biasanya pulang," tuturnya.
Berbeda saat Artidjo menjadi hakim Mahkamah Agung. Hampir tiap pekan Artidjo menyempatkan diri untuk berkunjung ke Yogyakarta.
"Karena setelah ngurusin kasus perkara beliau pulang (ke Yogya. Beliau kalau ke Yogya ke Pasty (pasar satwa) beli pakan ikan. Itu beliau hiburannya itu kalau di Yogya," tandasnya.
Suryati pun tak merasakan firasat apapun sebelum Artidjo tutup usia. Terlebih Artidjo menurut sepengetahuannya tidak pernah mengeluh sakit.
"Kalau saya tanya, sehat-sehat katanya. (Artidjo) Malah nanyain hal lain. Aku nggak papa aku sehat, katanya," terangnya.
Bahkan di pagi hari sebelum tutup usia, mendiang masih sempat berkomunikasi dengan adik-adiknya yang tinggal di Situbondo melalui sambungan telpon.
Sabtu (27/2/2021) malam, Suryati juga sempat dihubungi almarhum untuk menanyakan kabar. Pembicaraan terakhir keduanya adalah ajakan Artidjo kepada Suryati untuk ikut menetap di ibu kota.
Namun, takdir berkata lain. Sekitar pukul 14.00 WIB, Suryati menerima kabar atas meninggalnya sosok yang dia kenal sebagai pejuang keluarga tersebut.
Kampus UII Yogyakarta merupakan tempat mengabdi Artidjo Alkostar menyampaikan ilmu hukum kepada para mahasiswanya. Tak pelak, UII Yogyakarta pun merasa kehilangan sosok mantan hakim agung yang dikenal tegas dan tak ada ampun kepada para koruptor tersebut.
Rektor UII Yogyakarta, Fathul Wahid pun menyatakan berduka cita atas berpulangnya sang pengajar senior di kampus Fakultas Hukum itu. Menurut dia, Artidjo Alkostar yang akrab disapa Pak AR itu adalah seorang teladan yang sukar ditemukan gantinya.
“Keluarga besar UII berduka mendalam atas wafatnya Pak Ar. Pak Ar adalah sosok teladan dalam menjaga komitmen dan merawat integritas,” ungkap Fathul Wahid.
“Kami berdoa bersama semoga Pak Ar mendapatkan akhir terbaik, husnul khatimah dan menghadap Allah dalam kemuliaan. Kami di UII dan bangsa Indonesia Insya Allah menjadi saksi bahwa Pak Ar orang baik,” tambahnya.
Selama ini menurut Fathul Wahid, sosok Artidjo selalu mengajak semua orang di kampus untuk menjaga akal sehat yang oleh Artidjo disebut dengan sukma. Sukma inilah penimbang kebaikan dan keburukan yang jujur.
“Pak Ar adalah sosok yang serius dalam berpikir dan irit dalam bicara, dalam balutan kesederhanaan hidup,” tandasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/artidjo-meninggal.jpg)