Pelantikan Kepala Daerah

Kisah Wakil Bupati OKU yang Dilantik Dengan Baju Tahanan dan Diborgol Usai Pelantikan

Wakil Bupati OKU Langsung diborgol dan diseret ke ruang tahanan usai Pelantikan Jumat (26/2/2021)

Editor: Erlina Langi
PRFm
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebua pemandangan tak lasim, terjadi di pelantikan bupati dan wakil bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan.

Pasalnya saat pelantikan, Wakil bupati OKU terpilih, Johan Anuar harus mengenakan kaus tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan diborgol

Dilansir dari Tribunnes.com, dia dilantik di Griya Agung Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (26/2/2021).

Johan keluar dari Rutan pukul 13.53 WIB dengan pengawalan ketat dari anggota Brimob Polda Sumatera Selatan serta KPK.

Terdakwa kasus korupsi lahan kuburan Johan Anuar, saat izin keluar Rumah Tahanan (Rutan) Pakjo <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/palembang' title='Palembang'>Palembang</a>, untuk dilantik Gubernur <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/sumatera-selatan' title='Sumatera Selatan'>Sumatera Selatan</a> Herman Deru sebagai Wakil Bupati <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/ogan-komering-ulu' title='Ogan Komering Ulu'>Ogan Komering Ulu</a> (OKU) terpilih, Jumat (26/2/2021).
Foto Foto : Terdakwa kasus korupsi lahan kuburan Johan Anuar, saat izin keluar Rumah Tahanan (Rutan) Pakjo Palembang, untuk dilantik Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru sebagai Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) terpilih, Jumat (26/2/2021). (kompas.com)

Saat keluar, Johan yang mengenakan topi dan masker hanya tertunduk. Tak hanya itu, ia juga mengenakan rompi tahanan KPK bewarna orange serta dalam kondisi tangan terborgol.

Bukan tanpa alasan Johan harus mengenakan rompi tahanan KPK dan diborgol saat hadiri pelantikan.

Hal itu karena dia berstatus terdakwa kasus dugaan korupsi lahan kuburan, Johan Anuar.

Saat ini Johan tengah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Palembang.

Setelah keluar Rutan, Johan langsung masuk ke mobil silver dengan pelat nomor BG 1158 ZF menuju ke Griya Agung Palembang.

Kuasa Hukum Johan Anuar, Titis Rachmawati sempat memprotes KPK karena kliennya itu harus diborgol.

Menurut Titis, Johan keluar dari rutan telah melalui mekanisme izin dari pihak pengadilan untuk mengikuti proses pelantikan sebagai wakil bupati, sehingga tidak perlu diborgol layaknya seorang tahanan.

"Ini peruntukannya buat apa (diborgol) kan ini mau dilantik sebagai Wakil Bupati, kan bukan mau kabur," kata Titis saat datang ke Rutan Pakjo Palembang.

Ilustrasi <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/kpk' title='KPK'>KPK</a>.
Foto : Ilustrasi KPK. (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved