Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Feature News

Kisah Kang Ujang, Penjual Roti Bandung di Kotamobagu: Pantang Pulang Neng, Kalau Belum Laku Semua

Kang Ujang adalah penjual Roti Bandung yang biasa mangkal di depan Kantor Kelurahan Gogagoman, Kota Kotamobagu.

Penulis: Theza Gobel | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Theza Gobel
Kang Ujang, penjual roti bakar bandung di Gogagoman. 

Manado, TIBUNMANADO.CO.ID - Hujan rintik-rintik mengucur dari langit malam, menemani kesibukan Kang Ujang di dalam kios gerobak miliknya.

Kaca dari dalam kios gerobak itu mulai dibersihkannya, tanda waktu mengais rezeki telah tiba. 

Kang Ujang adalah penjual Roti Bandung yang biasa mangkal di depan Kantor Kelurahan Gogagoman, Kota Kotamobagu

Merantau dari Bandung sejak Bulan Agustus 2020, Kang Ujang menawarkan roti bakar yang lebih empuk dan lebih gurih dari roti bakar lain.

Ia menggunakan “resep rahasia”. Rotinya lebih empuk dan lebih gurih karena perbandingan bahan adonan yang seimbang.

“Telur, tepung, ragi, baking powder, saya takar supaya rasanya stabil, tidak beda satu dengan yang lainnya,” terang Kang Ujang.

Roti bakarnya pun memiliki varian rasa yang beragam. Mulai dari yang standar seperti cokelat keju hingga strawberry dan srikaya. 

“Ada juga nanas, itu saya pesan dari pembuat selai nanas di Mogolaing. Manisnya pas, pelanggan saya suka,” katanya diiringi senyum.

Kang Ujang mengaku harus merogoh kocek sebesar Rp. 300 ribu untuk membeli bahan pembuatan roti setiap harinya.

Dia harus membeli bahan di pagi hari kemudian memanggang roti di siang hari.

Setiap harinya, Kang Ujang biasa memanggang sebanyak 100 potong roti. 

“Per hari saya buat 100 karena roti ini tidak awet. Harus segera dijual. Apalagi kalau hujan, bisa lembab dan jamuran,” jelas pria 45 tahun tersebut. 

Dibanderol dengan harga merakyat, hanya Rp. 16 ribu sampai Rp. 20 ribu per bungkus, Kang Ujang mengaku mampu meraup keuntungan hingga Rp. 2 juta setiap harinya.

Bahkan di bulan Desember lalu, dirinya sempat mengantongi Rp. 3 juta hanya dari penjualannya selama 5 jam. 

Kang Ujang berkata, penghasilannya tersebut sangat cukup. Dia mengirim sebagian uang untuk istri dan anak-anaknya di Bandung. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved