Breaking News:

BMKG Sampaikan Warning, Perairan Sulut Berpotensi Terdampak Siklon Tropis

Ini merupakan dampak dari potensi angin kencang yang dapat terjadi pada periode siklon tersebut

Penulis: Andreas Ruauw | Editor: Charles Komaling
Istimewa
ilustrasi Ombak Besar 

MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID  - BMKG Sam Ratulangi di Manado menyampaikan peringatan terkaitfenomena  Siklon Tropis berpotensi mempengaruhi perairan Sulawesi Utara.

"Untuk prediksi Siklon tropis yang dapat terjadi di Samudera hindia akan memberikan dampak jika intensitas bibit siklon diprediksi pada intensitas kuat," ujar Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi di Manado Ben Arthur Molle, Rabu (24/2/2021).

Ia mengatakan, secara langsung daerah-daerah sekitar akan berpotensi mengalami dampak langsung sedangkan wilayah Sulut dapat juga berpotensi mengalami dampak secara tidak langsung jika Fenomena siklon terjadi di wilayah atau lintang yang jauh dari Sulut.

"Dilihat dari prediksi dan pernyataan dari Bapak Deputi Meteorologi Pak Guswanto dijelaskan perairan sulut juga berpotensi. Ini merupakan dampak dari potensi angin kencang yang dapat terjadi pada periode siklon tersebut," ucapnya.

Dilansir kompas.com, potensi bibit siklon tropis yang terpantau di Samudera Hindia Selatan Jawa hingga Nusa Tenggara berpeluang memicu gelombang sangat tinggi sepekan ke depan.

Berdasarkan hasil analisis dinamikan atmosfer terkini, BMKG mendeteksi adanya pusat tekanan rendah (Low Pressure Area/LPA) atau dikenal sebagai potensi bibit siklon di sekitar Nusa Tenggara Timur (NTT).

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menyampaikan dalam keterangan tertulisnya bahwa bibit siklon tropis tersebut terdeteksi sejak 3 hari terakhir, dan berpotensi dapat berkembang menjadi siklon tropis.

Bibit siklon tersebut diprediksikan masih bertahan dan menunjukkan pergerakan ke arah barat mendekati wilayah laut di selatan Jawa Timur dengan potensi intensitas yang menguat hingga besok.

"Dalam hal ini, BMKG terus memonitor perkembangan LPA (potensi bibit siklon) tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan dapat menguat menjadi siklon tropis," jelasnya.

Guswanto menjelaskan bahwa kondisi dinamika atmosfer tersebut, secara umum cukup signifikan berpengaruh terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga gelombang tinggi.

Kondisi-kondisi inilah yang mengakibatkan tinggi gelombang mencapai kategori sangat tinggi yaiu capai 6 meter di sekitar wilayah tersebut dan perairan lainnya dalam sepekan ini. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved