Breaking News:

news

4 Pria Petugas Forensik Mandikan Jenazah Wanita dan Dilaporkan Sang Suami Kasus Penistaan Agama

"Kita khawatir kalau dilakukan penahanan di rumah tahanan akan mengganggu proses berjalannya kegiatan forensik.

KOMPAS.com/TEGUH PRIBADI
Puluhan anggota dan pengurus PPNI dan pengacara dari Badan Bantuan Hukum PPNI Muhammad Siban di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, Kamis (18/2/2021), memberikan bantuan hukum kepada 4 petugas forensik yang dijerat pasal penistaan agama karena memandikan jenazah wanita. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Empat petugas forensik di RSUD Djasemen Saragih Kota Pematangsiantar ditetapkan sebagai tersangka.

Keempat petugas tersebut dilaporkan akibat kasus penistaan agama.

Pasalnya, mereka memandikan jenazah Zakiah (50) dan yang melaporkan suaminya.

Diketahui jenazah yang dimandikan adalah seorang pasien wanita suspek Covid-19.

Zakiah meninggal pada Minggu (20/9/2020) setelah mendapatkan perawatan.

Empat pria petugas forensik tersebut adalah DAAY, ESPS, RS, dan REP.

Dua di antara mereka berstatus sebagai perawat.

Mereka ditetapkan sebagai tahanan kota sejak Kamis (18/2/2021) hingga 20 hari ke depan.

Namun petugas tidak melakukan penahanan karena tenaga empat pria tersebut dibutuhkan di ruang instalasi jenazah forensik.

Kasi Pidum Kejari Siantar, M Chadafi mengatakan para tersangka adalah tenaga khusus untuk menangani jenazah di masa pandemi Covid-19.

Pasien yang kesulitan mendapatkan rumah sakit untuk perawatan  setelah terinfeksi Covid-19.
Pasien yang kesulitan mendapatkan rumah sakit untuk perawatan setelah terinfeksi Covid-19. (tangkapan YouTube)
Halaman
1234
Editor: Fistel Mukuan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved