Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

China Lawan Taiwan

Jenderal Mantan Intelijen Militer Taiwan Ditangkap Setelah Cara Licik China Terbongkar

metode spionase China, target diundang ke China diberi bantuan uang, kedudukan di perusahaan hingga cewek cantik.

Editor: Aldi Ponge
New York Times
Militer China 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Taiwan menangkap 4 mantan anggota intelijen militernya karena diduga menjadi mata-mata China.

Satu di antaranya malah berpangkat mayor jenderal.

Mereka menjadi mata-mata China setelah mendapat uang, dan liburan gratis oleh China.

Baca juga: Update Klasemen Liga Inggris, Liverpool Dipermalukan Everton Dikandangnya Sendiri

Itulah metode spionase China dianggap lihai dan licik dalam menjebak korbannya.

Target diundang ke China diberi bantuan uang, kedudukan di perusahaan hingga cewek cantik.

Xi Jinping dan PLA
Xi Jinping dan PLA (Bharat Shakti)

Tahun lalu, ebuah dokumen dengan bantuan mantan mata-mata agen rahasia Inggris, MI6, menuding Tiongkok berusaha memanipulasi sejumlah figur penting di Inggris, termasuk para politikus.

Apa saja metodenya?

Memasang jebakan. Pendekatan pertama biasanya dikenal dengan sebutan insentif positif.

Di negara barat insentif itu dapat berupa undangan menghadiri pertemuan bisnis di China, tawaran bantuan keuangan bagi perusahaan yang mengalami kesulitan, atau tawaran menduduki posisi direktur noneksekutif.

Korban yang sudah terjebak kemudian diminta menuruti keinginan mereka. Hal ini dialami para mantan intelijen militer Taiwan

Kantor kejaksaan distrik Taipei Sabtu (20/2/2021) mengatakan keempatnya dituduh mengembangkan jaringan mata-mata dan mengumpulkan informasi rahasia untuk Beijing.

Melansir Today Line pada Sabtu (20/2/2021), pengacara pemerintah Taiwan mengatakan 2 mantan kolonel Taiwan direkrut oleh pejabat keamanan nasional China di provinsi selatan Guangdong.

Kedua mantan kolonel kemudian memperkenalkan beberapa rekannya kepada pejabat China tersebut sejak 2012.

Di antara mereka yang diduga merupakan mantan jenderal besar Taiwan, diidentifikasi memiliki nama keluarga Yueh.

Militer Taiwan
Militer Taiwan (USNI News)

Yueh menerima uang tunai, hadiah dan liburan gratis selama beberapa perjalanan ke pusat daratan China dan Makau.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved