Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Teroris Poso

Teroris Poso Pimpinan Ali Kalora Sudah Terdesak Diburu Satgas Madago Raya

kelompok yang diperkirakan tersisa 11 orang itu lari tunggang langgang saat dikejar tim gabungan TNI-Polri yang dahulu bernama Satgas Tinombala itu.

Editor: Aldi Ponge
ISTIMEWA
Ali Kalora diburu pasukan Khusus TNI dan Satgas Tinombala Polri di Sigi, Sulteng. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Satgas Madago Raya terus memburu teroris Poso kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Para teroris ini disebut sudah terdesak dikejar tim gabungan TNI-Polri.

Kelompok yang diperkirakan tersisa 11 orang itu lari tunggang langgang.

Pergerakan kelompok MIT terus dipersempit.

Melansir Kompas.com, setelah dua bulan lebih pembunuhan yang terjadi di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, 27 November 2020 silam.

Polisi memeriksa bangunan yang dibakar dalam serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Dusun Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/11/2020). Hingga kini aparat TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas Tinombala bersama Kepolisian setempat masih berupaya mengejar para pelaku.
Polisi memeriksa bangunan yang dibakar dalam serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Dusun Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/11/2020). Hingga kini aparat TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas Tinombala bersama Kepolisian setempat masih berupaya mengejar para pelaku. (Sumber: ANTARA FOTO/Humas Polres Sigi via Kompas.com)

Komandan Korem (Danrem) 132 Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf mengatakan, kelompok MIT yang masuk daftar pencarian orang (DPO) ini pun sudah terdesak.

"Sebenarnya DPO ini sudah dalam kondisi terdesak. Mereka juga kelaparan. Semua perlengkapan berhasil kita amankan dua minggu lalu di Tauca, Poso Pesisir Selatan. Jadi mereka sekarang sangat kekurangan logistik dan perlengkapan," kata Danrem Farid Makruf, Jumat (19/2/2021).

Baca juga: Sudah Siap Dikirim Ke Manokwari, 8.280 Liter Cap Tikus Akhirnya Diamankan Polda Sulut

Dia menjelaskan, kelompok tersersbut sempat disergap oleh pasukan TNI Polri, tapi berhasil melarikan diri.

Mereka disergap saat sedang beristirahat di salah satu kebun masyarakat yang tidak jauh dari permukiman penduduk.

“Sejumlah barang diamankan dari penyergapan itu berupa ransel, pakaian, makanan, perlengkapan tidur, solar cell, peluru, dan lain-lain,” ungkap Danrem.

Lebih lanjut Danrem mengakui kesulitan yang dihadapi Satgas Madago Raya adalah luasnya medan operasi, mulai dari Poso, Parigi Moutong, Donggala, dan Palu.

Sementara itu, kelompok MIT ini menguasai medan dan mudah buat mereka untuk terus bersembunyi.

"Tapi, kita punya taktik untuk bisa menemukan dan menyergap mereka, tinggal tunggu waktu saja," tegas jenderal bintang satu itu.

Perintah Tembak Mati MIT Ali Kalora

Sebelumnya, Mantan Kapolri Jenderal Idham Aziz memberi perintah tegas untuk aparat keamanan yang sedang memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved