Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Raffi Ahmad

Sedih, Raffi Kenang Sosok Umar: Dia Rela Dipukuli dan Dipenjara demi Saya

Umar yang kini telah meninggal dunia dulunya rela dipukuli hingga dipenjara demi Raffi Ahmad.

YouTube/Trans7 Official
Raffi Ahmad dan Umar (Alm) 

"Kenapa saya ngelakuin itu, karena saya nganggap Raffi Ahmad itu bukan kayak bos saya, tapi lebih kayak adik saya," ucap Merry.

"Semuanya dikasih buat kebaikan dia," tambahnya.

Mendengar pengakuan Merry, sang host Rizky pun memuji dedikasi Merry kepada Raffi Ahmad sang bos.

Setelah itu, Rizky pun bertanya perihal titik terendah Merry selama 17 tahun jadi asisten Raffi Ahmad.

Diakui Merry, ia merasakan titik terendah saat Raffi Ahmad mendapat musibah ditangkap BNN tahun 2013.

Ketika kembali mengenang momen tersebut, Merry mengaku selalu menangisinya.

"Titik terendah saya sih pas bos lagi ada musibah. Karena pas waktu itu persis ada di depan saya. Kalau saya ingat itu sedih banget," ujar Merry.

"Saya pasti nangis kalau ngebayangin itu. Ini gak udah tangis-tangisan ya," tambahnya.

Diungkapkan Merry, saat itu dirinya sempat kaget saat tiba-tiba banyak polisi di rumah suami Nagita Slavina.

"Waktu itu, saya pagi-pagi datang ke rumah bos Raffi, tiba-tiba di depan rumah bos sudah banyak banget orang yang berpakaian dari kepolisian.

Mobil berjejer, dipikir ada apa, kirain di hari Minggu itu ada banyak temennya Raffi," ungkap Merry.

Tak disangka, kedatangan Merry ke rumah Raffi Ahmad saat itu ikut dicurigai dan diinterogasi polisi.

Kepada polisi, Merry mengaku dirinya asisten pribadi Raffi Ahmad,

Namun polisi yang tidak percaya, malah membentak Merry dan menyuruhnya duduk diam.

Merry yang saat itu tidak mengerti, langsung lemas saat mendengar pengakuan dari pembantu suami Nagita Slavina.

Bahwa Raffi Ahmad saat itu ditangkap karena diduga konsumsi narkoba.

"Ternyata setelah duduk, pembantu turun. Ternyata Aa diperiksa sama polisi. Saya langsung lemes gak kuat, duduk," ujar Merry.

Yang semakin membuat Merry sedih, adalah ucapan Raffi Ahmad kepadanya sebelum digiring ke kepolisian.

"Bos nepuk pundak saya 'Mer, kamu pulang'," ucap Merry menirukan ucapan suami Nagita Slavina.

"Aku gak mau pulang bos," jawab Merry sambil menangis.

"Dalam hati, aku gak mau pulang, Aku mau ngurusin kamu sampai kapanpun," tambah Merry makin terisak.

Begitu melihat kepergian Raffi Ahmad yang digiring ke tahanan, tangis Merry makin pecah.

Maka dari itu, Merry pun langsung menelpon sahabat Raffi Ahmad dan mengabarkan kondisi bosnya.

Beruntung, banyak teman Raffi Ahmad yang mensupport dan membesuknya.

Diakui Merry, momen tersebut adalah titik terendah dalam hidupnya yang membuat berderai air mata tiap kali mengingatnya

"Setelah bos naik ke mobil, terus saya telpon beberapa teman bos, ngabarin kalau Raffi Ahmad ditangkap BNN.

Terus temannya pada besuk semua," papar Merry.

"Itulah titik terendah saya selama kerja bareng Raffi Ahmad," pungkas Merry.

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Raffi Ahmad Terharu Kenang Karyawannya yang Rela Dipukuli & Dipenjara Demi Dirinya, Ini Sosoknya dan di tribunnewsbogor.com dengan judul 17 Tahun Jadi Asisten Raffi, Tangis Merry Pecah Lihat Suami Nagita Diperlakukan Begini: Saya Ga Kuat
Penulis: Uyun/Apriantiara Rahmawati Susma

Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved