Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jumat 19 Februari 2021

RENUNGAN MALAM - Jaminan Kepastian

Setiap barang yang kita miliki bermula dari pembuat barang itu dan penjualnya. Seorang penjual menjamin barang tersebut

Editor: Aswin_Lumintang
Istimewa
Ilustrasi Alkitab 

Oleh: Reinhard Samah Kansil, M.Th

1 Yohanes 5:13-15

Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya. (ay. 15).

ilustrasi
ilustrasi ()

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setiap barang yang kita miliki bermula dari pembuat barang itu dan penjualnya. Seorang penjual menjamin barang tersebut berkualitas baik dengan kata-katanya dan dan ia menjualnya karena ingin mendapatkan bonus dari hasil penjualan barang tersebut.

Pembuat barang tersebut lain lagi. Ia menjamin barang tersebut berkualitas baik karena dia tahu barang itu karena dialah pembuatnya. Perhatikanlah, kepastian jaminan bukan terletak pada kata-katanya tetapi siapa yang mengatakannya.

Kepastian kehidupan kekal bagi anak-anak Allah hanya dapat dipercaya kebenarannya di dalam Yesus Kristus, karena Dialah sumber kehidupan kekal. Sebagai anak-Nya kita percaya bahwa Ia telah memberikan segala-galanya kepada kita, dan yang terbesar adalah diri-Nya sendiri bagi hidup kita.

Bila yang terbesar telah dinyatakan-Nya bagi kita, maka hal-hal yang lain pun akan menjadi bagian kita. Sebelum kita memintanya pun, hal itu telah disediakan-Nya bagi kita, yaitu segala sesuatu menurut rencana- Nya. Itulah iman.

Pergumulan dan tantangan dalam masa pendemi ini, seringkali membuat kita kecewa dan lelah dalam perjuangan iman. Namun ingatlah bahwa Allah sendiri yang menjamin kepastian kehidupan kekal!

Arti Hidup

Alkisah, pada November 1975, kapal barang besar bernama Edmund Fitzgerald tenggelam di air dingin Danau Superior ketika badai besar terjadi.

Seminggu sebelum kapal besar itu tenggelam, kepala pelayan kapal Robert Rafferty menulis surat kepada istrinya, “Aku mungkin pulang tanggal 8 November. Tetapi, belum pasti juga.”

Surat tersebut dimuat pada sebuah artikel surat kabar yang menampilkan daftar 29 anggota kru yang tewas dalam tragedi tersebut.

Tidak ada satu hari pun yang berlalu tanpa peringatan yang menyatakan bahwa kehidupan kita di dunia ini bisa berakhir setiap saat. Pesannya jelas: Hari ini kita ada di sini, tetapi besok mungkin kita tiada!

Apatah arti hidup kita? Hidup kita itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Kalau begitu, apakah satu-satunya kepastian kita adalah kenyataan pasti bahwa setiap saat kita bisa terlempar ke ketiadaan? Tidak!

Baca juga: Sosok Tain, Warga Tuban yang Terima Rp 9,7 Miliar dari Pertamina Tapi Ogah Beli Mobil

Baca juga: RENUNGAN KRISTEN - Hidup yang Kekal

Kristus-lah tempat berpaut. Dia membayar hukuman atas dosa-dosa kita di kayu salib. Jika kita mengakui kesalahan kita di hadapan Allah, kita akan menerima pengampunan dan kehidupan abadi melalui iman kepada-Nya. Dia telah berjanji untuk tetap bersama kita, bahkan di saat kematian.

Berserahlah kepada Kristus! Dia menyediakan kepastian penuh sukacita akan keabadian yang bisa menjadi milik kita.

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved