Berita Manado
20 Warga Manado Jalani Donor Plasma Konvalesen
Kementerian Kesehatan meminta rumah sakit memberikan edukasi pada pasien Covid-19 terkait plasma konvalesen.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Aldi Ponge
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Peserta donor plasma konvalesen di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara mencapai 20- an orang.
Diketahui terapi plasma konvalesen diberikan dari pasien sembuh COVID -19 yang kaya dengan antibodi poliklonal kepada pasien COVID -19 kategori berat sebagai salah satu upaya pemberian terapi imun pasif.
"Setahu kami ada 20 an peserta yang sudah melakukan donor plasma," kata Sonny Pasuhuk
Quality Assurance Manager Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Sulut kepada Tribun Manado Jumat (19/2/2021) di kantor PMI Sulut.
Sebut dia, PMI segera menangani proses donor plasma itu.
Sambil menanti alatnya yakni Aferesis, pendonoran berlangsung di RS Kandou.
Ia mengatakan, pendonor harus memenuhi syarat tertentu.
"Harus dilakukan screening tiga hari sebelumnya untuk memastikan kapasitas antibodi. Paling bagus donor dilakukan pada 14 setelah terkena Covid 19. Umur 18 hingga 55 dan lebih baik laki laki," ujarnya.
Dia menjelaskan cara kerja donor tersebut.
Darah diambil kemudian disaring dalam Aferesis.
"Plasma ditinggal di alat itu, sisa darah selebihnya balik ke tubuh," kata dia.
Ia mengakui terapi tersebut mulai diminati di Manado sebagai cara lain untuk menyembuhkan covid 19.
Dikutip dari Tribunnews Kementerian Kesehatan meminta rumah sakit memberikan edukasi pada pasien Covid-19 terkait plasma konvalesen.
Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) Rita Rogayah, mengharapkan rumah sakit dapat menyiapkan calon donor plasma konvalesen.
Sehingga ketika sembuh, pasien dapat dijadwalkan pengambilannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sonny-pasuhuk-6677.jpg)