Breaking News:

Kisah Pemuda Manado Bebas dari Narkoba, Tujuh Hari Perang Melawan Kecanduan

Sangat mudah memperoleh barang-barang itu, kata pria yang kini tinggal di Manado bagian selatan.

Foto Hasty Words dari Pixabay
Ilustrasi narkoba. 

MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID - Hingga saat ini penyalahgunaan narkoba tak juga bisa diberantas tuntas. Ketua Gerakan Anti Narkoba (Granat) Sulut Billy Johannis membeber bahaya narkoba. "Sekali terjerat akan sulit keluar," kata dia kepada Tribun Manado Rabu (17/2/2021) di Pemkot Manado.

Billy menyodorkan seorang pecandu narkoba yang beroleh mujizat bisa sembuh dari barang laknat tersebut.
Ia adalah seorang pria bernama sebut saja Mike. Mike ingat betul dengan masa mudanya yang terbiasa dengan narkotika.

Sejak kelas satu SMP, ia sudah mengenal ganja. "Saya adalah pemakai ganja sejak masih bersekolah di salah satu SMP di Manado," katanya kepada TribunManado.co.id, beberapa waktu lalu.

Waktu itu, gampang saja bagi seseorang untuk peroleh barang haram itu. Selain ganja, barang yang ngetop waktu itu adalah Dumolit, Mogadon serta Morfin. Mike yang berasal dari keluarga berada dan memiliki uang untuk membeli narkoba. "Sangat mudah memperoleh barang-barang itu," kata pria yang kini tinggal di Manado bagian selatan.

Ia kenal barang itu dari teman sekelasnya.Waktu itu, aturan belum seketat saat ini. Para siswa biasa memakai ganja di pinggir jalan tanpa diciduk. Kebiasaan itu berlanjut di SMA.
Karena mudah didapat, ganja menyebar cepat. Di kalangan siswa terbentuk komunitas pengguna ganja. Bergaul dengan sesama pengguna, Mike sulit lepaskan diri dari kebiasaan itu. Dari seminggu dua kali menjadi setiap hari.

"Hampir tiap hari saya pakai ganja, saya pakai sepulang sekolah" tuturnya.

Usai memakai, Mike merasakan rasa malas yang tiada tara. Gejala umum dari orang yang pakai ini adalah merasa berani, sering berhalusinasi serta bisa jadi kleptomania," katanya.

Meski begitu, sekolah tetap jalan dan ia tak pernah bolos. Lulus SMA, ia lanjut kuliah. Di salah satu perguruan tinggi di luar Manado ini, Mike mendapat kawan baru. Mereka tak kenal narkoba. Mike pun terpengaruh, meski ia tak berhenti sama sekali. "Saya pakai pada waktu-waktu tertentu saja, contohnya saat week end," sebutnya.

Setamatnya dari sana, ia keluar negeri untuk kuliah lagi. Dia memilih Amerika Serikat. Masa kelam semasa SMA kembali berulang di negeri Paman Sam ini. Apalagi ia sudah kenal dengan kokain dan putau. Hiruk pikuk negeri adidaya ia kenal dengan baik. Namun seperti pengguna kokain lainnya, ia sering menyendiri.

Dari Amerika pulang ke Jakarta

Halaman
12
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Charles Komaling
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved