Selasa, 19 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Dulu Jadi Bocah Paling Gemuk di Dunia Seberat 192 Kilogram, Kondisi Arya Permana Kini Bikin Kaget

Arya Permana, bocah berusia 10 tahun asal Karawang pada pertengahan 2016 lalu viral menjadi sorotan media dan dijuluki sebagai anak tergemuk di dunia.

Tayang:
Editor: Finneke Wolajan
Kolase Tribunnews
Dulu Jadi Bocah Paling Gemuk di Dunia Seberat 192 Kilogram, Kondisi Arya Permana Kini Bikin Kaget 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dulu bocah paling gemuk di dunia seberat 192 kilogram, kondisi Arya Permana kini berubah drastis.

Masih ingat Arya Permana, bocah obesitas hingga 192 kilogram? Kabar Arya Permana sekarang.

Diet Arya Permana berhasil dan berat badannya sudah turun drastis. Ia menjalani diet ketat, operasi, hinggal olahraga dibantu Ade Rai.

Pada pertengahan tahun 2016 lalu, Arya Permana, bocah berusia 10 tahun asal Karawang, viral menjadi sorotan media dan dijuluki sebagai anak tergemuk di dunia.

Berat Badan Arya Permana saat itu mencapai 192 kilogram.

Sang ibu, Rokayah bercerita, anak keduanya bocah 192 kilogram lahir normal seperti bayi pada umumnya, pada 15 Februari 2006, dilansir dari BBC Indonesia.

Pada usia 5 tahun, Arya Permana mulai suka makan. Sehingga saat usianya delapan tahun, berat badan Arya bertambah dengan drastis.

Arya Permana (10) penderita severe obesity ditangani 13 dokter spesialis RSHS. Berat badan normal Arya kurang dari 50 kg, namun saat ini beratnya mencapai 189,5 kg.
Arya Permana penderita severe obesity ditangani 13 dokter spesialis RSHS. Berat badan normal Arya kurang dari 50 kg, namun saat ini beratnya mencapai 189,5 kg. (KOMPAS.com/Reni Susanti )

Berat badan Arya mencapai 192 kilogram hingga ia tidak bisa pergi ke sekolah yang jaraknya hanya 30 meter dari rumahnya. Arya mengaku sesak napas jika berjalan.

Akhirnya Arya menghabiskan sepanjang waktu di rumah.

Rokayah menceritakan, berat badan anaknya bertambah karena asupan makanan yang berlebihan.

"Kalau dulu makannya banyak, dua piring, sampai lima kali makan sehari," kata Rokayah, Juli 2016 lalu.

"Mi dua mangkok, bakso dua mangkok, beli bubur dua mangkok. Tidak ada yang semangkok, dia mah kalau makan.... Kalau enggak dibuatkan dia marah, nangis-nangis, ibu enggak tega dia marah."

Rokayah mengaku sering menangis saat Arya bertanya apakah ia bisa jalan kaki lagi ke sekolah.

"Saya sedih anak bilang gitu, suka nangis kalau (dia) bicara gitu, enggak bicara begitu juga ibu suka nangis."

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved