Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sosok Tokoh

Masih Ingat Kak Seto? Mantan Ketua Komnas Anak, Didiagnosis Kanker Prostat, Ini Kabar Terbarunya

Berikut ini profil dan biodata Kak Seto Mulyadi, psikolog anak yang didiagnosis kanker prostat. 

Editor: Chintya Rantung
Tribunnews
Kak Seto 

Ilmu yang didapat dari Pak Kasur ia gabungkan dengan ilmu yang ia miliki, yakni teknik sulap yang telah ia pelajari sejak duduk di bangku Sekolah Dasar.

Sedangkan ilmu mendongeng didapat melalui belajar dan berdasarkan pengalamannya.

Menjadi bagian dari anak-anak memang dituntut untuk selalu kreatif, menyeimbangi pikiran-pikiran kreatif dan penuh imajinasi.

Saat itulah karakter Si Komo diciptakan oleh Kak Seto.

Berupa boneka Si Komo dan lagu yang diciptakan, karakter Si Komo menguat dan banyak dikenal.

Acaranya banyak ditunggu dan membuat namanya kian tenar, kondisi perekonomiannya pun membaik.

Kesuksesan inilah yang kemudian mengantarkan Kak Seto memborong beberapa penghargaan seperti The Outstanding Young Person of the World, Amsterdam; kategori Contribution to World Peace, dari Jaycess International pada 1987.

Ia juga mendirikan Yayasan Mutiara Indonesia dan Yayasan Nakula Sadewa.

Pada 1998, ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak.

Kecintaannya pada anak-anak jugalah yang mengantarkannya membagi kisah lewat buku yang ia tulis, Anakku, Sahabat, dan Guruku.

Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2018-2024 Khofifah Indar Parawansa usai bertemu dengan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia yaitu Kak Seto Mulyadi, untuk diskusi masalah perlindungan anak di Jawa Timur, Jumat (28/9/2018). 
Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2018-2024 Khofifah Indar Parawansa usai bertemu dengan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia yaitu Kak Seto Mulyadi, untuk diskusi masalah perlindungan anak di Jawa Timur, Jumat (28/9/2018).  (Surya/Fatumatuz Zahro)

Keluarga

Kak Seto memiliki seorang istri bernama Deviana.

Dari pernikahan keduanya, mereka dikaruniai empat orang anak yakni Eka Putri, Bimo, Shelomita, dan Nindya Putri.

Pada tahun 2007, Kak Seto mendirikan sekolah alternatif bernama Homeschooling Kak Seto. 

HSKS begitu singkatannya, merupakan lembaga pendidikan alternatif yang menjadi salah satu solusi pendidikan bagi anak-anak Indonesia baik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri.

Sumber: Surya
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved