Sriwijaya Air SJ 182

Kapten Afwan Ikut Arahan ATC, 20 Detik Kemudian Sriwijaya Air SJ 182 Hilang Kontak, Investigasi KNKT

Investigasi kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182. Pada pukul 14.39.59 WIB pilot Kapten Afwan juga masih menjawab arahan dari ATC kemudian hilang kontak.

Editor: Frandi Piring
Istimewa
Rekaman percakapan Pilot Sriwijaya AIr SJ 182 dan Pengatur Lalu Lintas Udara sebelum pesawat jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/21). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Detik-detik krusial pesawat Sriwijaya Air SJ 182 sebelum kecelakaan udara, terjatuh di perairan kepulauan Seribu.

Berdasarkan hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT),

komunikasi terakhir dari pesawat yang dikapteni Pilot Kapten Afwan itu sempat melakukan upaya hindari cuaca buruk dalam kondisi mesin yang mulai ada kerusakan.

Pilot Sriwijaya Air SJ 182 sempat membalas dan mengikuti arahan ATC sebelum pesawat terjatuh. 

Rekaman 20 detik sebelum hilang kontak, FDR berhenti merekam.

Diketahui, pada tanggal (10/2/21) lalu KNKT mengungkapkan hasil investigasnya terkait insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 9 Januari 2021 lalu.

Pencarian Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air Diperluas

(Foto: Hasil investigasi kecelakaan pesawat sriwijaya air SJ 182 dari KNKT/TRIBUNNEWS)

Pihaknya juga menguungkapkan data hasil investigasi dari rekaman flight data recorder atau salah satu bagian hitam

dari kotak hitam pesawat tersebut, serta data dari Air Traffic Controller ( ATC ) Bandara Soekarno-Hatta.

Ketua Sub-Komite Investigasi kecelakaan Penerbangan KNKT Kapten Nurcahyo Utomo mengatakan,

pesawat berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 14.36 WIB.

Dalam data FDR, tercatat pada ketinggian 1.980 kaki, autopilot mulai aktif.

Masalah pada pesawat Boeing 737-500 ini muncul saat mencapai ketinggian 8.150 kaki.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved