Breaking News
Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Terkini Nasional

Refly Harun: Kalau Terlempar dari Pemerintahan, Gerindra Justru akan Dianggap Pahlawan

Sikap diamnya Prabowo dan Gerindra, Refly Harun menyebut bahwa partai tersebut sedang menjalankan politik pragmatis.

Editor: Rhendi Umar
antara
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (ketiga kiri) bersama pengurus DPP Partai Gerindra mengikuti Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sikap diam Prabowo saat berada di dalam pemerintahan ditanggapi Refly Harun.

Hal itu disampaikannya dalam kanal YouTube pribadinya, Refly Harun, Rabu (10/2/2021).

"Jadi mau berada di luar pemerintahan maupaun di dalam pemerintahan, harusnya Prabowo Subianto sebagai orang yang dipilih oleh sebagian rakyat Indonesia, harus tetap menyuarakan hal-hal yang sifatnya idealistik," ujar Refly Harun.

"Itulah yang sejatinya demi kepentingan yang lebih besar, yaitu bangsa dan negara," imbuhnya.

Dengan melihat sikap diamnya Prabowo dan Gerindra, Refly Harun menyebut bahwa partai tersebut sedang menjalankan politik pragmatis.

Pakar hukum Refly Harun mengomentari majunya Gibran Rakabuming Raka dalam Pilkada Solo 2020, diunggah Selasa (21/7/2020).
Pakar hukum Refly Harun mengomentari majunya Gibran Rakabuming Raka dalam Pilkada Solo 2020, diunggah Selasa (21/7/2020). (Tangkapan Layar YouTube Refly Harun)

Yakni hanya memanfaatkan posisinya di dalam pemerintahan untuk kepentingan pribadi atau partai saja.

"Jadi kalau berdiam diri, maka sesungguhnya Gerindra dan Prabowo sedang menjalankan politik pragmatis," kata Refly Harun.

"Membesarkan dirinya sendiri ikut terangkut dalam gerbong pemerintahan, tetapi di pemerintahan tidak mau bersikap kritis," sambungnya.

Lebih lanjut, Refly Harun menilai bahwa partai sebesar Gerindra dengan perolehan suara terbanyak kedua di bawah PDIP harusnya bisa berkontribusi besar atas jalannya pemerintahan.

"Padahal kalau bersikap kritis, belum tentu juga Presiden Jokowi tidak memperhitungkan," ungkapnya.

"Paling kalau misalnya hal yang paling buruk sekali yaitu terlempar dari pemerintahan. Its okay, artinya kalau terlempar dari pemerintahan, Gerindra justru akan dianggap pahlawan."

Menurut Refly Harun, lebih baik Gerindra dan Prabowo berada di luar pemerintahan ketimbang berada di dalam namun hanya diam.

"Kalau misalnya Gerindra dan Prabowo harus beroposisi, why not?," ucap Refly Harun.

"Mungkin jauh lebih terhormat ketimbang berada di dalam pemerintahan tetapi diam saja terhadap fenomena yang terjadi," pungkasnya.

Simak videonya mulai menit ke-16.00:

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved