Breaking News:

Imlek di Sulut

Tembak Meriam VOC Dari Kelenteng Ban Hin Kiong, Tradisi Unik Malam Imlek di Manado Zaman Lampau

Di tahun pendemi Covid ini, pemasangan kembang api ditiadakan karena dapat memicu kerumunan. Malam tahun baru Imlek di Manado juga tanpa kembang api. 

Istimewa
Kelenteng Ban Hin Kiong yang sudah berusia tiga abad punya tradisi unik di masa lampau. Yakni menembakkan meriam peninggalan VOC ke laut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kembang api identik dengan hari raya Imlek. 

Kembang api dipasang pada malam pergantian tahun baru.

Suaranya yang keras dipercaya dapat mengusir roh roh jahat hingga tahun baru dapat dijalani dengan mulus. 

Di tahun pendemi Covid ini, pemasangan kembang api ditiadakan karena dapat memicu kerumunan. Malam tahun baru Imlek di Manado juga tanpa kembang api. 

Bicara kembang api, Kelenteng Ban Hin Kiong yang sudah berusia tiga abad punya tradisi unik di masa lampau. 

Yakni menembakkan meriam peninggalan VOC ke laut. 

"Setiap malam Imlek ditembakkan ke arah laut," kata ketua Kelenteng Ban Hin Kiong Ferry Sondakh. 

Klenteng Ban Hin Kiong
Klenteng Ban Hin Kiong (Tribun Manado)

Namun tradisi ini sudah tidak dilaksanakan lagi sejak puluhan tahun lalu. Dikarenakan Manado sudah padat pemukiman. 

Meriam VOC tersebut masih tersimpan di Klenteng. 

Jika benar, telah berdiri sejak tahun 1607, Kelenteng Ban Hing Kiong Manado bisa jadi adalah Klenteng tertua di Indonesia Timur. 

Halaman
1234
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved