Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Imlek di Sulut

Dampak Pendemi, Lampion Ci Lili Sulit Laku

Amatan tribun Manado di pecinan Manado, Rabu (10/2/2021) sore, lampion hanya dipasang di klenteng.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Ci Lili, pemilik toko jual alat sembahyang di jalan wayang mengaku penjualan lampion turun drastis. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pembatasan sosial guna mencegah penyebaran pendemi Covid 19 menyebabkan Kawasan pecinan Manado sepi dari lampion. Warga malas memasang lampion.

Amatan tribun Manado di pecinan Manado, Rabu (10/2/2021) sore, lampion hanya dipasang di klenteng. 

Kawasan perempatan pecinan yang dikenal sebagai pusat pecinan sepi dari lampion.

Toko-toko juga jarang yang memasangnya.

Ci Lili, pemilik toko jual alat sembahyang di jalan wayang mengaku penjualan lampion turun drastis. 

"Berkurang hingga 50 persen," kata dia kepada Tribun Manado Rabu (10/2/2021) sore di tokonya.

Tahun sebelumnya, kata dia, lampion laris manis. Sejak jauh hari, lampion sudah dipesan. 

"Tapi kini sulit laku," kata dia. 

Ia menunjuk deretan lampion yang tergantung depan toko. 

Sudah berhari hari di sana tanpa disentuh pembeli. 

Barang lain yang juga sulit laku adalah hiasan kerbau logam. 

Padahal itu barang favorit warga setiap jelang Imlek. 

"Mestinya ini waktunya panen uang tapi pendemi membuat untung seret," bebernya. 

Ia menuturkan, barang lainnya tetap laris kendati diakuinya juga ada penurunan.

"Kertas sembahyang, hio, dupa dan lainnya tetap diperlukan warga yang hendak sembahyang," kata dia. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved