Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Politik

Posisi Tetty dan Lomban 'Diincar' Pesaing, Sudah Lumrah Kalah Pilkada

"Kekalahan di Pilkada akan jadi amunisi bagi pesaing politik mengincar kursi pimpinanan Parpol, " kata Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Rizali Posumah
Istimewa
Pengamat Politik Universitas Sam Ratulangi, DR Alfons Kimbal. 

TRIBUNMANADO. CO. ID, MANADO - Dalam berorganisasi apalagi di dunia politik sudah lumrah soal persaingan menduduki posisi tertinggi 

Pengamat Politik Universitas Sam RatulangiDR Alfons Kimbal menilai hal itu pun berlaku bagi Partai Politik. 

"Kekalahan di Pilkada akan jadi amunisi bagi pesaing politik mengincar kursi pimpinanan Parpol, " kata Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik itu.

Di Sulut,  Partai Golkar dan Partai Nasdem paling  merasakan kekalahan.  Golkar misalnya,  tak berhasil memenangkan satu pun 8 kontestasi Pilkada. 

Nasdem yang gemilang di Pemilu 2019, prestasinya menukik di Pilkada 2020, meski bertabur kader kepala daerah,  Nasdem hanya memenangi Pilkada Boltim. 

Kegagalan ini tentu akan jadi bahan evaluasi,  dan seharusnya bagi Christiany Eugenia Paruntu, Ketua DPD I Partai Golkar Sulut dan Maximilian LombanKetua DPW Partai Nasdem Sulut 'digembosi' karena kondisi ini sudah  ibarat sarapan pagi politisi. 

"Salah satu keberhasilan pemimpin merebut kekuasan salah satunya sibpilkada.  Kegagalan akan jadi salah satu penilaian kinerja partai politik," ujarnya. 

Namun,  tak harus juga langsung divonis gagal kemudian harus lengser tentu ada evaluasi,dan penilaian dengan berbagau faktor,  apalagi Parpol sudah harus bersiap menghadapi Pemilu 2024.

Di internal harus membangun kelembagaan parpol yang ideal. Proses kaderisasi penting untuk membuat instutsi partai itu kuat. 

Sebagai politisi ketua parpol harus  relalsitis, kegagalan di Pilkada bakal jadi amunisi menggergoriti kepemimpinan. Misalnya di Partai Golkar, kantong suara juga ikut ludes.  Awal ekspektasi,  bisa menang di Tomohon dan Minsel, namun hasilnya kalah telak 

" Itu menjadi wanti wanti kepemimpinan ada kelompok lain yang terbagi dalam faksi,  kan menggerogoti kepemimoinan politik.  Ini realita," kata dia. 

Begitu pun Ketua Nasdem Maximilian Lomban.  Harus realistis karena baru saja kehilangan posisi bargain sebagai kepala daerah karena kalah di Pilkada Bitung

Padahal, Partai Nasdem diharapkan jadi saingan PDIP, malah kalah telak dari PDIP

Selain masalah konsolidadi internal yang tak masimal, si lain pihak,  Partai Nasdem dan Partai Golkar menghadapi lawan yang terlampau kuat. 

Di masa kepemimpinan Tetty dan Lomban,  harus berduel dengan tokoh sekelas Olly Dondokambey Ketua DPD PDIP Sulut. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved