Nasional
Moeldoko : Seorang Pemimpin Partai Harus Menjadi Pribadi yang Kuat.
"Ya Kalau itu menjadi persoalan yang digunjingkan itu ya silakan saja. Saya tidak keberatan," tambahnya.
"Ya Kalau itu menjadi persoalan yang digunjingkan itu ya silakan saja. Saya tidak keberatan," tambahnya.
Sindiran soal pemimpin harus kuat Mengakhiri keterangan pers, Moeldoko menyampaikan saran kepada petinggi Partai Demokrat. Menurutnya, seorang pemimpin partai harus menjadi pribadi yang kuat.
"Saran saya, jadi seorang pemimpin harus pemimpin yang kuat. Jangan mudah baperan (terbawa perasaan). Jangan mudah terombang-ambing dan seterusnya," tegas Moeldoko.
Apabila pemimpin ingin anak buah tidak pergi dari partai, dia menyarankan mereka agar dijaga hingga tak bisa bergerak.
"Ya kalau anak buahnya tidak boleh pergi ke mana-mana ya diborgol saja kali ya," katanya. Ia pun memberikan tanggapan soal isu pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat yang disebut datang dari luar atas arahan dirinya. Menurut Moeldoko, istilah kudeta lebih tepat jika terjadi dari dalam partai itu sendiri.
"Kalau ada istilah kudeta itu adalah dari dalam. Masa kudeta dari luar," ungkap Moeldoko
AYH menyatakan, ada sebuah gerakan yang mengarah pada upaya mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat. Hal itu disampaikan AHY dalam konferensi pers melalui akun YouTube Agus Yudhoyono pada Senin (1/2/2021), seusai mengadakan rapat pimpinan bersama jajaran Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat.
"Kami memandang perlu dan penting untuk memberikan penjelasan secara resmi tentang duduk perkara yang sebenarnya, yaitu tentang adanya gerakan politik yang mengarah pada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa yang tentu mengancam kedaulatan dan eksistensi Partai Demokrat," kata AHY, Senin.
"Karena itu, tadi pagi, saya telah mengirimkan surat secara resmi kepada yang terhomat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan ini," ujar AHY.
AHY menuturkan, upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat itu ia ketahui setelah menerima laporan dari para kader Partai Demokrat di tingkat pusat, daerah, maupun cabang. Setelah pernyataan AHY, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menjawab teka-teki siapa sosok yang disebut dalam konferensi pers Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Senin (1/2/2021) siang.
Nama yang dimaksud ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat adalah Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.
"Berdasarkan pengakuan, kesaksian, dari BAP sejumlah pimpinan tingkat pusat maupun daerah Partai Demokrat yang kami dapatkan, mereka dipertemukan langsung dengan KSP Moeldoko yang ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat secara inkonstitusional untuk kepentingan pencapresan 2024," kata Herzaky dalam keterangan tertulis, Senin malam.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tiga Poin Jawaban Moeldoko atas Tuduhan Pengambilalihan Partai Demokrat","Tiga Poin Jawaban Moeldoko atas Tuduhan Pengambilalihan Partai Demokrat",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kepala-kantor-staf-presiden-moeldoko-1.jpg)