Jumat, 29 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bitung

Upacara Tulude Pakai 3 Bahasa: Sangir, Indonesia dan Inggris

Tembonangu I Amang Bataha Lahansang Malintoi dingangu inang leadateng seng nasahampi (Bahasa Sangir).

Tayang:
tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere
Pelaksanaan Upacara Adat Tulude yang dilaksanakan oleh Ormas Nusa Utara Kota Bitung. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tembonangu I Amang Bataha Lahansang Malintoi dingangu inang leadateng seng nasahampi (Bahasa Sangir), dalam terjemahan bahasa Indonesia "Bapak Ketua Dewan Pembina Ormas Nusa Utara I Amang Bataha Lahansang Malintoi bersama ibu yang terhormat telah tiba."

Inilah kalimat pembuka yang disampaikan oleh Kapita'ng Bisara saat prosesi Hundugu Mangampang Tembonang I Amang Bataha Lahansang Malintoi Suwanala Monarang Tulude, atau dalam bahasa Indonesia, "acara penjemputan pimpinan I Amang Bataha Lahansang Malintoi Bersama ibu," oleh ketua umum masyarakat Nusa Utara Kota Bitung di lokasi pelaksanaan Tulude.

Kalimat yang menyampaikan bahwa ketua dewan adat bersama istri sudah tiba di lokasi Tulude, juga di terjemahkan dala bahasan Inggris.

The head of board of patrons of Ormas Nusa Utara, i Aman Bataha Lahansang Malintoi and his wife have arrived.

Dua orang pria dan satu wanita yang menggenakan pakaian adat Nusa Utara sebagai penuntun jalannya acara dalam upacara Adat Tulude disebut Kapita'ng Bisara dan Mayore Labo/Geguwa.

Secara bergantian mereka menuntun jalannya upacara Tulude, mulai dengan bahasa Sangir, Indonesia dan Inggris.

Ormas Nusa Utara Kota Bitung menggelar upacara Adat Tulude Kota Bitung, secara virtual Minggu (31/1/2021).

Acara tersebut mengambil lokasi syuting di Reawaya Resort, Kelurahan Kasawari Kecamatan Aertembaga Kota Bitung, dan disiarkan lewat fun page Ormas Adat Nusa Utara Kota Bitung dan Maurits Mantiri, serta Youte Channel Sem Muhaling.

Protokol kesehatan (prokes), menjadi bagian yang tidak kalah penting dari pelaksanaan upacara adat tersebut.

Para tamu undangan yang dihadiri  terbatas, wajib di rapid test, pakai faceshield, masker, cuci tangan di air mengalir pakai sabun, diukur suhu tubuh dan duduk berjauhan.

Begitu juga dengan pendukung acara, semuanya menerapkan prokes.

Memakai pakaian adat Nusa Utara berwarna kuning ke emasan, Ir Maurits Mantiri MM selaku I Amang Bataha Lahansang Malintoi atau Ketua dewan pembina Ormas Nusa Utara dan Inang Leadateng Seng Nasahampi Rita Mantiri Tangkudung, disambut dalam prosesi penjemputan.

Disambut oleh pengurus Ormas Budi Madea ketua Ormas Nusa Utara kota Bitung bersama sang istri, Johnly Tamaka ketua umum panitia bersama istri dan Sifrit Mandak sekretaris pantia.

Maurits dan Istri kemudian dipasangkan Paporong warna kuning kepada Maurits dan selendang warna kuning ke istri.

Barisan adat mengiringi ketua dewan pembina ormas Nusa Utara menuju panggung, dihantar Tarian Gunde dan diiringi alat musik Tagongong.

Kemudian masuk pada Tamong Banua Dumolong Banala atau Kue Adat Tamo Memasuki Bangsal, upacara Adat Tulude.

Dua kue adat Tamo masuk ke bangsal di arak tarian Gunde dan diiringi alat musik Tagongong.

Kue Adat Tamo oleh si pemasak ulung, adalah santapan yang baik untuk semua orang.

Dalam upacara juga berlangsung Menahulending Banua atau Doa Pengakuan penyerahan-permohonan, yang dikalimatkan oleh Yekonia Nanangkong.

Sasalamate atau ungkapan hikmat yang mengandung keselamatan, oleh Nimot Salauhiang.

Tiba pada puncak upacara Adat Tulude Memoto Tamo atau Pemotong Kue Adat Tamo, dilakukan oleh seorang perumpang bernama  Afni Salauhiang dan laki-laki Rafles Masoara.

Lalu ada doa umum dari Agama Kristen dan Islam. Hingga penampilan adat Nusa Utara seperti Tarian Masamper, Turunan dan doa makan oleh Pendeta Jerry Kalebos.

Maurits Mantiri yang juga Wakil walikota Bitung dan Wali kota Bitung terpilih mengaku sangat terkesan dengan pelaksanaan Upacara Adat Tulude, yang menggunakan tiga bahasa.

"Ini sangat luar biasa, kami beri apresiasi yang tinggi kepada panitia pelaksana dan ormas Nusa Utara. Ini menjadi modal bagi kota Bitung lewat pemerintah nanti, sebagai pendukung mengembangkan sektor wisata adat dan budaya untuk wisatawan lokal dan mancanegara," tutur Maurits.

Dia berharap kedepan, bisa dikemas dengan memilih bahasa lainnya seperti bahasa Mandarin.

Karena jika dunia wisata di Sulut sudah di buka kembali, akan menarik minat wisatawan dari Tiongkok untuk datang ke Bitung lalu disungguhkan pagelaran adat budaya yang dipadukan dengan berbagai bahasa.

Wisatawan dari Tiongkok mengalami puncaknya pada medio 2019, oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey membuka jalur penerbangan langsung dari sana ke Manado.

Namun memasuki tahun 2020, wisatawan dari Tiongkok termasuk luar negeri lainnya distop karena pandemi Covid 19.

Johnly Tamaka ketua umum panitia menambahkan, pihaknya sudah sejak awal perencanaan upacara Tulude akan menggunakan Bahasa Inggris.

"Jadi umumnya setiap buat upacara Adat Tulude hanya pakai bahasa Sangir dan Indonesia, tapi kali ini kami buat berbeda menambahkan bahasa Inggris. Ini bentuk menarik simpatik dan perhatian wisatawan untuk menyaksikan," tutur Tamaka.

Lanjut pria yang menjabat posisi strategis di lingkungan pemerintah Kota Manado, dipakainya bahasa Inggris karena kegiatan itu disiarkan lewat live streaming dan zoom disaksikan warga Nusa Utara yang ada di luar Indonesia. (Christianwayongkere)

Deddy Corbuzier Lebih Pilih Aldi Taher Daripada Abu Janda Datang di Podcast, Alasannya Terungkap

Masih Ingat Nabila Syakieb? Menikah Dengan Cucu Menteri Era Soeharto, Harga Sepatunya Jadi Sorotan

Lokasi Vaksinasi di Bitung Disterilkan, yang Tidak Berkepentingan Diminta Menjauh

 
 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved