Penyakit Jantung
Murfi Sembako Meninggal Dunia karena Jantung, Begini Gejala yang Sering Dialami
Komedian Murfi Sembako menghembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan penyakit jantungnya, Jumat (29/1/2021).
TRIBUNMANADO.CO.ID - Komedian Murfi Sembako menghembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan penyakit jantungnya, Jumat (29/1/2021).
Murfi meninggal dunia di Rumah Sakit Pelni Petamburan, Jakarta Pusat.
Berdasarkan keterangan dari istri, Yanti, Murfi sudah tak sadarkan diri sejak Minggu, 24 Januari, atau lima hari lalu.
"Enggak sadar dari hari Minggu," kata Yanti saat dihubungi awak media, Jumat (29/1/2021).
Sejak 2007, Murfi Sembako rupanya sudah berjuang melawan penyakit jantung yang dideritanya.
Pihak keluarga belum memastikan waktu dan lokasi jenazah Murfi Sembako akan dimakamkan.
"Kayaknya dibawa ke rumah dulu karena juga kami enggak tahu selesainya. Jenazah masih di rumah sakit," kata Yanti.
Kabar kepergian Murfi Sembako kali pertama dibagikan oleh rekannya, Yadi Sembako, dalam akun Instagram-nya.
"Innalilahi wainna illahi rajiun. Selamat jalan saudaraku Murfi Hidayat (Murfi Sembako) Bin Syafei pada hari ini, Jumat 29 Januari 2021," tulis Yadi Sembako
Anak Murfi, Alfi, membenarkan bahwa ayahnya menderita penyakit jantung.
Sebelum meninggal, Murfi dirawat di rumah sakit karena penyakit jantung yang ia derita.
Menurut Alfi, Murfi Sembako mengidap penyakit jantung sejak 2007 silam.
“Sebelumnya dari 2007 memang sempat sakit. Ini baru kambuh di 4 bulan terakhir," ucap Alfi.
Gejala yang dirasakan Murfi yakni, sering kelelahan dalam berkegiatan. “Kalau keluhan sih memang sering kelihatan capek, sering kecapekan," ungkap Alfi.
Selama pandemi covid-19, ia mengakui Murfi hanya sesekali mengadakan pengajian bersama rekannya, Yadi Sembako.
Alfi mengatakan selama beberapa hari dirawat di rumah sakit, kondisi sang ayah sudah mulai membaik.
Murfi Sembako tergabung dalam grup lawak Sembako. Grup lawak Sembako yang terdiri dari Yadi, Kiwil dan Murfi mencapai ketenarannya pada era 1990-an. Mereka pun sempat mengisi radio Suara Kejayaan.
Berikut Ciri-ciri seseorang alami sakit jantung berdasarkan jenisnya:
1. Serangan jantung
Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terhambat akibat adanya plak atau penyumbatan di pembuluh darah jantung.
Kondisi ini berdampak pada terganggunya fungsi jantung dalam mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
Seseorang yang mengalami serangan jantung akan menunjukkan beberapa gejala, seperti:
Nyeri di bagian dada tulang rusuk bagian bawah, dan lengan yang menjalar hingga ke leher, rahang, bahu, sampai punggung
Pusing, mual, dan muntah
Nyeri di perut bagian atas atau ulu hati
Lemas
Keringat berlebih
Sesak napas
Detak jantung lebih cepat atau berdebar
Perut kembung
Gejala tersebut dapat berlangsung selama 30 menit atau lebih dan tidak hilang meski sudah minum obat pereda nyeri biasa.
Gejala yang muncul pun bisa bersifat ringan hingga berat.
Untuk beberapa kasus, serangan jantung terkadang tidak menunjukkan gejala sama sekali.
Kondisi ini disebut dengan silent myocardial infaction.
2. Penyakit jantung koroner
Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke jantung terhambat akibat penumpukan plak atau aterosklerosis.
Penyakit jantung koroner umumnya ditandai oleh rasa tidak nyaman, nyeri, atau rasa tertekan di bagian dada. Selain itu, penyakit jantung koroner juga dapat menimbulkan beberapa gejala lain, seperti:
Lemas dan pusing
Jantung berdebar atau palpitasi
Keringat dingin
Mual
Napas pendek atau sesak napas
3. Aritmia
Aritmia terjadi ketika jantung berdetak secara tidak beraturan akibat adanya gangguan aliran listrik di saraf yang mengatur irama jantung. Kondisi ini menyebabkan detak jantung terlalu lambat atau terlalu cepat, sehingga tidak dapat memompa darah dengan baik.
Gangguan irama jantung biasanya disertai dengan gejala berikut ini:
Jantung berdebar atau palpitasi
Nyeri di dada
Pusing
Lemas
Napas pendek
Penurunan kesadaran atau pingsan
4. Fibrilasi atrium
Fibrilasi atrium merupakan salah satu jenis gangguan irama jantung yang ditandai dengan denyut jantung lebih cepat dari kondisi normal. Denyut jantung normal adalah 60–100 kali per menit. Sedangkan pada kondisi fibrilasi atrium, denyut jantung bisa lebih dari 100 kali per menit.
Sama halnya dengan serangan jantung, fibrilasi atrium terkadang tidak menunjukkan gejala sama sekali. Namun, ada beberapa tanda dan gejala fibrilasi atrium yang umumnya muncul, di antaranya:
Jantung berdebar atau palpitasi
Nyeri di bagian dada
Sesak napas saat beraktivitas normal
Lemas dan pusing secara tiba-tiba
Bila tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi berupa pembekuan darah,
stroke, hingga gagal jantung.
5. Gagal jantung
Gagal jantung adalah kondisi ketika jantung tidak dapat memompa darah dengan lancar ke seluruh tubuh. Beberapa kondisi, seperti tekanan darah tinggi dan penyempitan pembuluh darah, dapat menyebabkan otot jantung melemah dan memicu terjadinya gagal jantung.
Gejala dari gagal jantung dapat berlangsung terus-menerus atau terjadi secara mendadak. Berikut ini adalah tanda dan gejala gagal jantung:
Sesak napas saat beristirahat atau berbaring
Batuk
Pembengkakan di area perut, kaki, dan pergelangan kaki
Pusing
Letih dan lemas
Sulit berkonsentrasi
Nafsu makan berkurang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/murfi-sembako.jpg)