Breaking News:

Sulawesi Utara

Terkait Kasus JAK, Pengamat Politik: Sanksi Pemecatan dari DPRD dan Partai Harus Diberlakukan

Status JAK sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi dan Ketua Harian Partai Golkar ikut mengundang kritik karena dinilai tidak memberikan teladan.

Isitmewa
James Arthur Kojongian. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus James Arthur Kojongian (JAK) mengundang komentar negatif masyarakat Sulawesi Utara.

Status JAK sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi dan Ketua Harian Partai Golkar ikut mendapat kritikan karena dinilai tidak memberikan teladan yang baik kepada masyarakat.

Menanggapi hal ini, Pengamat Politik Sulut Stefanus Sampe Ph.D mengatakan sejatinya JAK harus mundur sebagai ketua dan anggota DPRD. 

Menurutnya, JAK harus menyadari kondisinya saat ini yang telah melalukan kesalahan.

Tetapi kalau yang bersangkutan tidak memiliki kebesaran hati untuk mundur maka perlu diproses oleh Badan Kehormatan DPRD untuk diberhentikan berdasarkan kode etik DPRD.

"Hanya permasalahannya mungkin sampai saat ini DPRD Sulut tidak memiliki kode etik sebagai dasar untuk penegakkan disiplin bagi anggota-anggotanya," jelas Sampe kepada Tribun Manado.

Kata dia, Sanksi penonaktifan tidak cukup dengan perilaku tercela yang ditunjukkan oleh JAK.

"Sebab tindakan ini sangat mengotori dan mencemari nama baik wakil rakyat di DPRD. Dan perbuatannya itu tidak layak dilakukan oleh seorang anggota dan wakil ketua DPRD yang terhormat," ujar Sampe.

Disatu sisi, Sanksi pemecatan dari DPRD dan bahkan dari Partai Golkar harus diberikan. 

"Tindakan pemecatan ini juga penting untuk menjaga citra DPRD dan juga citra Partai Golkar yang mencalonkannya dalam pemilu kemarin," ungkapnya.

Ini tentu sangat mencoreng citra Partai Golkar dimata Publik. Karna dia membawa nama Golkar dan memiliki tanggungjawab untuk menjaga nama institusi yang mencalonkan dia. 

Kalau tidak dilakukan pemecatan, publik akan menilai partai melindungi orang-orang demikian, yaitu pelaku KDRT. 

"Padahal partai sangat getol untuk menghapus KDRT. Ini tentu menjadi kontra produktif dengan apa yang diperjuangkan oleh partai," pungkas Sampe. (Mjr).

Nursyah Ibu Indah Permatasari Doakan Pernikahan Anaknya & Arie Kriting Berantakan: Sudah Dicuci Otak

Minut Ketambahan 18 Kasus Baru Terkonfirmasi Positif Covid-19

Tersangka yang Aniaya Anggota TNI AD hingga Pingsang Adalah Kakak Beradik

Penulis: Majer Lumantow
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved