Breaking News
Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Rumah Sakit

Cerita Pilu Keluarga Berisi 4 Pasien Covid-19 yang Kesulitan Cari Rumah Sakit

Tingginya kasus positif Covid-19 di Indonesia, membuat fasilitas kesehatan di sejumlah rumah sakit di Indonesia, mulai penuh.

Editor: muhammad irham
tangkapan YouTube
Pasien yang kesulitan mendapatkan rumah sakit untuk perawatan setelah terinfeksi Covid-19. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penyebaran virus corona di Indonesia makin tak terkendali. Hingga saat ini, jumlah warga Indonesia yang terkonfirmasi Covid-19 telah mencapai lebih dari 1 juta kasus.

Tingginya kasus positif Covid-19 di Indonesia, membuat fasilitas kesehatan di sejumlah rumah sakit di Indonesia, mulai penuh.

Banyak pasien yang terpaksa ditolak oleh pihak rumah sakit karena jumlah pasien yang terus meningkat.

Hal ini pun menimbulkan banyak cerita pilu di kalangan keluarga pasien yang kesulitan mencari rumah sakit untuk perawatan keluarga mereka yang terinfeksi virus corona.

Satu di antara pasien Covid-19 yang menjadi korban sulitnya mencari rumah sakit ialah ayah mertua Evi Dhevi Tyo.

Warga Tangerang Selatan ini mengaku kesulitan mencari rumah sakit untuk keluarganya.

Padahal, dalam satu rumah, terdapat empat orang keluarganya yang terpapar virus corona.

Sementara, ayah mertuanya, memiliki gejala yang cukup parah hingga perlu dibawa ke ICU.

"Dari tanggal 19 Januari, kita sudah ke Satgas Covid Tangsel minta tolong (dicarikan rumah sakit)."

"Karena dalam satu rumah ada 4 orang yang terpapar Covid-19, tapi hanya papa yang bukan OTG dan batuknya agak keras, jadi kita khawatir banget," kata Evi, dalam tayangan Youtube Najwa Shihab, Kamis (28/1/2021).

Evi pun terus meminta bantuan Satgas Covid-19 untuk mencari rumah sakit namun hasilnya masih nihil.

Ayah mertua Evi pun tetap dirawat dirumah dengan keadaan seadanya sembari menunggu kabar baik.

Dalam keadaan itu, sang ayah hanya memiliki alat saturasi oksigen untuk memantau perkembangannya agar tetap diatas angka 95.

"Kita tiap saat selalu cek saturasinya, sampai sudah dibawah 95, sekitar 84 dan 85, dan papa kita sudah lemes banget."

"Akhirnya minta tolong ke Satgas Covid-19 karena butuh segera dikasih oksigen," kata Evi.

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved