Breaking News
Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Manado

Tiga Hal Ini Penyebab Buruh Sampah Pekerjaannya Melambat di Kota Manado

Sampah di Kota Manado masih menjadi pekerjaan rumah yang sangat sulit diselesaikan oleh para buruh sampah.

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: David_Kusuma
Tribun Manado / Fistel Mukuan
Pantau petugas kebersihan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sampah di Kota Manado masih menjadi pekerjaan rumah yang sangat sulit diselesaikan oleh para buruh sampah.

Terpantau di beberapa lokasi di kota Manado sampah masih menumpuk di pinggir-pinggir jalan raya, Rabu (27/1/2021).

Salah satu petugas kebersihan atau buruh sampah ketika ditemui dan dikonfirmasi tidak mau memberikan tanggapannya.

Franky Wowiling selaku Kepala Seksi Kebersihan di kantor Kecamatan Malalayang ketika diwawancarai mengungkapkan tiga hal yang membuat petugas melambat.

Pemkab Boltim Galang Bantuan untuk Korban Bencana di Kota Manado

BREAKING NEWS James Arthur Kojongian Dicopot dari Ketua Harian Partai Golkar Sulut, Alasannya

40 Orang Ditangkap di Kafe Atlantis, 12 Orang Miliki Hasil Rapid Test Reaktif Covid-19

"Jadi itu penyebab utama di mana sekarang kendalanya saat kritis sekali memerlukan mereka (buruh sampah) sudah dikurangi jumlah buruh,

honor bulan Desember belum dibayar dan dikurangi jumlah honor," ucapnya.

Menurut Franky sebelumnya honor dari petugas kebersihan Rp 3.000.000 dihitung per hari Rp.100.000. sekarang tinggal Rp 2.500.000 sekitar Rp. 80.000 per hari.

Sosok Istri Kapolri Jenderal Listyo, Diana Listyo, Ketua Bhayangkari Baru, Senang Asuh Anak Yatim

"Itu penyebab terjadinya penumpukan sampah karena contohnya bagaimana jika bekerja dan belum makan," ungkapnya.

Selain itu pengurangan buruh sampah biasanya lima orang satu truk, dua di bawah, satu tukang bongkar dan dua diatas sekarang sisa empat orang karena tidak cukup lagi anggaran.

Jadi baginya biasanya buruh bekerja tiga jam tetapi karena ada pengurangan jadi bisa sampai lima jam, hal itu yang memperlambat sehingga sekarang terkendalanya sampah menumpuk.

KABAR TERBARU Gunung Merapi, Meletus Tadi Siang Pukul 13.45 WIB

Menurutnya ini terjadi bukan hanya di Malalayang tetapi boleh cek di kecamatan lainnya.

Apalagi Malalayang ada sembilan kelurahan.

Jumlah motor sampah yang beroperasi di Malalayang ada kurang lebih 50-an, lainnya sudah di lingkungan-lingkungan dan truk sembilan unit yang mengangkut di bawah ke TPA.

Baginya kalau tidak ada kendala biasanya dari 9 unit truk ini dalam dalam sehari bisa dua kali membuang sampah ke TPA.

"Padahal di sini penghasil PAD terbesar di seluruh kecamatan di kota Manado, tahun 2019 ada Rp 1,7 miliar lebih tahun kemarin meskipun Covid-19 bisa dapat Rp 1,3 miliar untuk PAD-nya," tutupnya.(fis)

Peringatan Dini BMKG Kamis 28 Januari 2021, Cek Daerah Yang Berpotensi Hujan Lebat & Angin Kencang

PT MCL Berupaya Ringankan Beban Masyarakat Sulut yang Terkena Musibah Banjir, Beri 9.920 Bungkus ini

VIRAL Video Rumah Seharga 1,7 Miliar Roboh Setelah Tanah di Lokasi Mengalami Longsor

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved