Sosok Tokoh
Wakil Ketua DPRD JAK Nyaris Bunuh Adik Bupati Minsel, Padahal Kariernya Moncer Berkat Tetty Paruntu
Momen Mikha Paruntu nyaris kehilangan nyawa ini sempat diabadikan lewat video warga sekitar lokasi kejadian.
Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
JAK mengawali karir sebagai Anggota DPRD Minahasa.
Ia maju pertama kali tahun 2009 dari Dapil I Minahasa (Pineleng, Tombulu) lewat Partai Golkar.
Periode pertama ini dilalui dengan mulus hingga tahun 2014.
Tahun 2014-2019 JAK kembali maju di DPRD Minahasa, di mana dia mengukir prestasi legislator peraih suara terbanyak dengan perolehan sekitar 4.500 suara.
Meski demikian, JAK harus puas menjabat di posisi Ketua Komisi I DPRD Minahasa. Sementara posisi prestise Wakil Ketua DPRD dari Partai Golkar masih milik Careigh Naichel Runtu.
Maklum saja, ketika itu Partai Golkar masih dikuasai faksi Runtu, dipimpin Stevanus Vreeke Runtu menjabat Ketua DPD I Golkar Sulut.
Arah angin politik mulai berubah, membawa berkah bagi karir politik JAK, manakala iparnya Christiany Eugenia Paruntu ( CEP ) berhasil menduduki jabatan tertinggi Partai Golkar di Sulut.
Tahun 2017, CEP terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Golkar Sulut.
Karir JAK pun ikut terkerek. Ia didapuk menjadi Bendahara DPD I Partai Golkar Sulut.
Di Pileg 2019, awal baru karir JAK di DPRD. Sebelumnya Anggota DPRD Minahasa, ia naik kelas bertarung di DPRD Provinsi Sulut.
JAK menuju Gedung Cengkih, bertarung di dapil V Minsel-Mitra. Seperti prediksi awal, ditopang iparnya CEP sebagai Bupati Minsel, langkah JAK mulus menjadi Anggota DPRD Sulut.
Ia meraup sekitar 34.000 suara, terbanyak kedua di dapil tersebut.
Di persaingan meraih poisisi Wakil Ketua DPRD Sulut Partai Golkar, JAK otomatis tanpa lawan.
Ia menyingkirkan sejumlah kader senior Partai Golkar untuk duduk di kursi pimpinan dewan, semisal Winsulangi Salindeho, Inggried Sondakh dan Rasky Mokodompit.
Sampai sekarang jabatan Wakil Ketua DPRD Sulut masih diemban JAK.