Terkini Nasional
Teheran Minta Penjelasan Indonesia, Imbas Bakamla Sita Kapal Tanker Iran
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh menyatakan, penyitaan MT Horse karena "masalah teknis dan itu terjadi di bidang perkapalan"
TRIBUNMANADO.CO.ID - Baru-baru ini Badan Keamanan Laut (Bakamla) menyita MT Horse berbendera Iran dan MT Freya berbendera Panama atas dugaan transfer minyak ilegal di perairan Pontianak, Kalimantan Barat,
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh menyatakan, penyitaan MT Horse karena "masalah teknis dan itu terjadi di bidang perkapalan".
"Organisasi pelabuhan kami dan perusahaan pemilik kapal sedang mencari penyebab masalah dan menyelesaikannya," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan langsung televisi, seperti dikutip Reuters.
Iran telah meminta Indonesia untuk memberikan perincian tentang penyitaan kapal tanker berbendera Iran.
Permintaan Teheran tersebut keluar sehari setelah Jakarta mengungkapkan, telah menyita kapal tanker berbendera Iran dan Panama di perairan Indonesia.
Peresmian kapal patroli Bakamla
Kabag Humas dan Protokol Bakamla Kolonel Wisnu Pramandita mengatakan, pihaknya akan mengawal MT Horse dan MT Freya ke Pulau Batam untuk penyelidikan lebih lanjut.
Very Large Crude Carrier (VLCC) MT Horse, milik National Iranian Tanker Company (NITC), hampir terisi penuh dengan minyak. Sementara VLCC MT Freya, yang dikelola Shanghai Future Ship Management Co, kosong, data menunjukkan.
Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh mengatakan kepada wartawan: "Kapal itu membawa minyak. Masalah (penyitaan) tersebut sedang ditindaklanjuti oleh Iran".
Dugaan awal
Organisasi Maritim Internasional mengharuskan kapal menggunakan transponder untuk keselamatan dan transparansi. Kru bisa mematikan perangkat jika ada bahaya pembajakan atau bahaya serupa.
Tetapi, transponder sering kali dimatikan untuk menyembunyikan lokasi kapal selama aktivitas terlarang.
"Dugaan awal, kedua kapal tanker melanggar hak lintas transit pada ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) I dengan keluar dari batas 25NM ALKI melakukan lego jangkar di luar ALKI," ungkap Wisnu.
"Melaksanakan ship to ship transfer BBM illegal, tidak mengibarkan bendera kebangsaan, AIS (automatic identification system) dimatikan, serta MT Frea melaksanakan oil spiling," imbuh dia.
Penelusuran Reuters pada direktori perusahaan China menemukan alamat kantor terdaftar Shanghai Future Ship Management Co berada di bawah perusahaan lain bernama Shanghai Chengda Ship Management.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/teheran-minta-penjelasan-indonesia-imbas-bakamla-sita-kapal-tanker-iran-1212.jpg)