Breaking News
Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Presiden Jokowi

Janji Presiden Jokowi: Tahun 2022 Seluruh Desa di RI Bisa Akses Internet

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencanangkan target pada akhir tahun 2022 seluruh desa di Indonesia sudah mendapatkan akses internet

Editor: muhammad irham
(Kompas.com)
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencanangkan target pada akhir tahun 2022 seluruh desa di Indonesia sudah mendapatkan akses internet.
Pencanganan target tersebut kembali didengungkan presiden dalam rapat kabinet terbatas yang juga dihadiri Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi.

"Sudah dicanangkan oleh Pak Presiden dalam rapat kabinet terbatas, di akhir tahun 2022 harus seluruh desa di Indonesia memiliki akses internet," ucap Budi Arie dalam Focus Group Discussion yang digelar Bangkapos.com, Selasa (26/1).

Budi Arie menjelaskan, pemenuhan kebutuhan internet bagi seluruh desa di Indonesia itu merupakan tindaklanjut Presiden Jokowi atas janji kampanyenya. Ada dua yang dijanjikan Presiden Jokowi untuk pembangunan desa saat berkampanye.

Pertama mengembangkan desa wisata dan kedua mengembangkan desa berbasis digital.

"Target atau janji Pak Joko Widodo selama masa pilpres untuk desa itu ada dua, pertama mengembangkan desa wisata dan kedua desa digital," ucap Budi Arie.

Mengembangkan desa berbasis digital menjadi target lantaran desa-desa di seluruh Indonesia diproyeksikan Presiden Jokowi untuk menjadi sarana transformasi menuju Indonesia maju.

"Desa digital menjadi sarana atau alat transformasi menuju Indonesia maju," pungkas Budi Arie.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman mengatakan saat ini internet merupakan kebutuhan primer yang hampir dimanfaatkan semua pihak. Bukan hanya pengembangan di sektor pemdes dan UMKM saja, sektor lain juga membutuhkan akses internet.

"Seperti halnya kurikulum sekolah online di masa pandemi Covid-19. Tidak semua siswa dapat melaksanakan proses belajar mengajar secara daring karena akses internet yang belum merata di Babel," ujarnya.

"Sebanyak 27,1% wilayah di Babel saat ini belum mendapatkan akses internet dengan baik. Tentu saja hal ini akan berpengaruh terhadap kemajuan desa tersebut," tambahnya.

Untuk itu, Pemprov. Babel berharap, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan juga kabupaten/kota dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.

Gubernur Erzaldi juga siap merealisasikan program kemitraan Kemendes PDTT melalui BUMDes dengan Kemenkominfo terkait pembangunan infrastruktur jaringan melalui anggaran dana desa.

Hal ini akan memicu terbangunnya ekosistem digital desa sehingga mampu mendorong ekonomi digital yang kuat dan menjadikan desa sebagai sumber pelaku ekonomi.

"Oleh karena itu, saya berharap adanya regulasi dari Kemendes PDTT untuk mengintervensi anggaran desa yang diarahkan kepada pembangunan infrastruktur internet," ujarnya.

Apabila hal tersebut terealisasi, Gubernur Erzaldi yakin akan ada multiplier effect yang pesat dan berdampak pada lonjakan ekonomi di desa tersebut. Hasil produk serta SDM melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di market place juga dapat dioptimalkan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved