Penembakan di Papua
Sebelum Gugur di Papua, Pratu Dedi Hamdani Sempat 3 Kali Menelepon Ibunda
Sarmiati mengaku tak sempat mengangkat telepon anaknya pada Kamis (21/1/2021) malam. Sarmiati menuturkan, di malam itu dirinya ditelepon hingga 3 kali
Rencananya, Pratu Dedi Hamdani akan dimakamkan secara militer di pemakaman keluarga di Desa Plambek pada Minggu (24/1/2021).
Sebelumnya, kelompok kriminal bersenjata (KKB) menyerang Pos Titigi di Kabupatne Intan Jaya, Papua, Jumat (22/1/2021).
Dalam penyerangan di Pos Titigi itu, Pratu Roy Vebrianto gugur karena tertembak di dada kanan.
Suriastawa mengatakan, Pratu Dedi yang bertugas di Pos Hitadipa itu berusaha mengejar kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang berada di hutan.
Tetapi, Pratu Dedi gugur karena ditembak KKB saat pengejaran itu.
"Korban ditembaki secara membabi buta dari arah ketinggian di hutan yang terletak antara Kampung Sugapa Lama dan Kampung Hitadipa," kata Suriastawa lewat keterangan tertulis, Jumat. (KOMPAS.COM: Kontributor Lombok Tengah, Idham Khalid)
Baca juga: Densus 88 Tangkap 5 Terduga Teroris, Diduga Berkaitan Dengan Bom di Kantor Polisi, Amankan Buku ISIS
Baca juga: Daftar 40-an Lokasi Banjir di Manado, Dandim Kol Purba Minta Warga Tetap Waspada
Baca juga: Sosok Budiman Sudjatmiko, Kini Dipercaya Erick Tohir Menjabat Komisaris PTPN V, Ini Profilnya
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kesedihan Ibunda Tak Sempat Angkat Telepon Pratu Dedi Hamdani Sebelum Gugur di Papua"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/foto-kiri-pratu-hamdani-foto-kanan-suasana-di-rumah-duka-almarhum-pratu-hamdani.jpg)