Kamis, 21 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

CUACA Ekstrem Manado Karena Pengaruh La Nina, Begini Penjelasan BMKG

Inilah penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait dengan cuaca ekstrem yang terjadi Kota Manado.

Tayang:
fernando lumowa/tribun manado
Banjir kembali menerjang kompleks Tanjung Batu Lingkungan I, Jumat (22/01/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - BMKG mengeluarkan informasi mengenai alasan terkait cuaca ekstrem di Manado.

Penjelasan BMKG bahwa cuaca ekstrem yang terjadi di Manado itu karena pengaruh La Nina.

Cuaca ekstrem di Manado sampai mengakibatkan terjadinya banjir.

Simak penjelasannya berikut ini.

Suhu permukaan laut (SPL) di barat Pasifik masih menunjukkan anomali positif yang kuat.

"Di tenggara Jepang, Filipina dan utara Sulawesi, suhu permukaan laut hangat. Penguapan tinggi," kata Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky Daniel Aror, lewat pesan singkat, Sabtu (23/1/2021).

La Nina merupakan fenomena iklim yang berlawanan dengan El Nino.

Pada La Nina, fenomena yang terjadi adalah musim hujan yang panjang.

Sementera, El Nino adalah musim kemarau yang panjang.

Ricky menyebut, massa udara yang membawa banyak uap air bergerak dari timur laut dengan kecepatan angin yang lumayan kencang.

"Melambat ketika masuk ke utara Sulawesi, terjadi penumpukan massa udara yang cenderung hanya di pesisir semenanjung Sulawesi Utara yang menyerupai sendok (cekungan) sehingga memicu juga pertumbuhan awan-awan orografi," jelasnya.

Ia menuturkan, awan yang terbentuk seperti tersangkut di pulau Sulawesi, langsung jatuh sebagai hujan di sisi utara dan barat Sulawesi.

"Sisi timur, tenggara dan selatan Sulawesi cenderung cerah karena hujan sudah jatuh (akibat tersangkut) di daratan Sulawesi," kata dia.

Berdasarkan data-data yang ada, lanjut Ricky, beberapa hari ke depan diprakirakan cuaca akan berangsur-angsur kondusif.

"Namun tetap harus selalu waspada mengingat kita masih berada pada musim hujan, sehingga cuaca yang terlihat kondusif pun bisa berubah menjadi ekstrem," imbaunya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved