Bacaan Alkitab
Bacaan Alkitab Sabtu 23 Januari 2021, Kolose 4:5-6 : Bertekunlah dalam Doa
Realitas kehidupan orang percaya, tidak hanya hidup di tengah keluarga dan orang seimannya saja.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Dalam hidupnya, manusia memiliki dua relasi. Pertama, relasi vertikal dengan Tuhan. Kedua, relasi horisontal dengan sesama.
Dua relasi ini berjalan seiring atau bersama dalam hidup orang Kristen.
Tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain.
Relasi dengan manusia harus dilakukan berdasarkan relasi dengan Tuhan.
Sedangkan relasi dengan Tuhan harus diwujudkan dengan menciptakan relasi yang baik kepada manusia, seperti melakukannya bagi Tuhan.
Sebab itu merupakan perintah Tuhan.
Itulah korelasi yang saling ketergantungan dalam dua relasi orang percaya tersebut.
Rasul Paulus mengangkat soal relasi horisontal dengan sesama, antara lain meliputi hubungan/relasi suami-isteri, orangtua-anak, tuan-hamba atau atasan-bawahan (pekerjaan, pergaulan, organisasi, pelayanan dll), serta relasi dengan orang luar (sesama/semua orang).
Orang luar yang dimaksudkan Paulus, berdimensi luas.
Baik luar keluarga, luar pelayanan dan atau tidak seiman, tidak sekelompok/grup, tidak sesuku, tidak senegara dll.
Terhadap mereka, Paulus mengingatkan kita agar menjadi saksi Kristus yang baik dan benar dengan cara hidup dan prilaku yang berhikmat dan penuh kasih.
Demikianlah Firman Tuhan hari ini.
"Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.
Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang." (ay 5, 6)
Realitas kehidupan orang percaya, tidak hanya hidup di tengah keluarga dan orang seimannya saja.
Tapi sering dan hampir selalu berada di sekitar "orang luar." Bahkan terkadang ada musuh atau orang yang memusuhi kita di mana kita berada.
Orang Kristen diajarkan untuk tidak menghindari apalagi memusuhi mereka.
Tapi kita harus tetap menjaga dan menjalin relasi yang harmonis sebagai sesama ciptaan Tuhan.
Kita dinasihati Paulus untuk hidup berhikmat bersama mereka dan mengasihi mereka dengan kasih yang penuh, tidak hambar dan tentu tidak munafik.
Sahabat Kristus, Kasih kita akan sesama harus tulus dan berkualitas, atau tidak hambar.
Kita melakukan semuanya itu sebagai perwujudan iman percaya kita kepada Kristus sekaligus tanda kesetiaan dan ketaatan kita kepada-Nya dengan melakukan segala perintah-Nya.
Itulah orang Kristen sejati. Kita mewujudkan kasih sejati seperti yang diajarkan dan sudah diperagakan dalam keteladanan Tuhan kita Yesus Kristus.
Maka sebagai pengikut-Nya, kita harus melakukan itu, bagi sesama, menjalin hubungan dengan hikmat dan penuh kasih.
Cara hidup kita yang berhikmat dan penuh kasih yang tulus kepada sesama, akan menjawab segala pertanyaan "orang luar" terhadap keberimanan dan pelayanan kita.
Sebab jika kita hidup berhikmat dan penuh kasih, kita telah menjalankan tugas dan misi kita sebagai saksi Kristus kepada semua orang.
Kita memberitakan Injil tanpa kata-kata. Kita menginjil bukan dengan kata-kata, tapi dengan perbuatan dan tindakan.
Setidaknya, kongruen atau sejalan, apa yang kita katakan dan yang kita aktakan atau nyatakan dalam tindakan nyata.
Maka, dari kehidupan keluarga Kristen kita, "orang luar" akan mengenal Kristus.
Dengan demikian, kehidupan kita dan keluarga telah memuliakan nama Tuhan Yesus.
Itulah yang Dia kehendaki dari hidup kita.
Kita harus bersaksi dan melayani semua orang dan selalu rajin bersekutu dengan sesama sebagai bentuk pemberitaan Injil kita kepada sesama, sesuai tugas, tanggungjawab dan talenta Kristus bagi kita.
Jika demikian, kita dan keluarga pasti selalu diberkati oleh Tuhan Yesus sampai selamanya. Amin
Doa: Tuhan Yesus, ajarlah terus kami hidup berhikmat dan penuhbkasih kepada semua orang sebagai bentuk kesaksian dan penginjilan kami bagi semua orang. Amin. (Jackried Maulenseng)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/renungan-harian-kristen-rela-menderita-orang-kristen-sejati-pasti-melewati-penderitaan.jpg)