Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manado Banjir

Banjir Parah dan Longsor Landa Manado, Minut dan Minahasa. Macet di Banyak Titik

Sedangkan dari kendaraan dari Kota Tomohon untuk saat ini dilarang ke Manado untuk hindari banjir dan longsor di jalan poros Manado - Tomohon.

handover
Warga Malendeng, Kota Manado, Sulut terjebak banjir 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Longsor dan banjir parah kembali melanda Kota Manado, Kabupaten Minahasa, dan Minut, Jumat (22/1/2021).

Hujan lebat yang berlangsung sejak siang hingga malam ini menjadi penyebab banjir parah tersebut.

Sejumlah pemukiman warga terendam banjir hingga setinggi satu meter.

Seorang anak laki-laki berusia delapan tahun di Minahasa Utara dilaporkan diduga hanyut terbawa arus. 

Banyak kendaraan bermotor terjebak macet di berbagai titik dalam Kota Manado.

Titik macet terasa di sekitar Kantor Wali Kota Manado dan Kantor Gubernur Sulut dan sekitarnya.

Kendaraan terpaksa banyak putar balik.

“Saya terjebak macet di jalan depan 17 Agustus dekat Kantor Gubernur Sulut. Kata driver, ini banjir paling parah dalam lima tahun terakhir,” ujar Ronald Ngantung via whatsApp ke tribunmanado.co.id, Jumat (22/1/2021) malam.

Ronald Ngantung adalah jurnalis senior asal Makassar yang mengaku tiba di Manado sejak kemarin. 

Sedangkan dari kendaraan dari Kota Tomohon untuk saat ini dilarang ke Manado untuk hindari banjir dan longsor di jalan yang dilewati.

Jalan raya di depan Kantor Wali Kota Manado juga telah tertutup air setinggi 30 centimeter hingga 40 centimeter.

Akibatnya, kendaraan yang melintas dari arah Paal Dua harus memutar balik kendaraanya.

Selain itu, banjir di seputaran Lapangan Tikala juga telah menyebabkan lalulintas kendaraan berjalan melawan arah.

Khusus di Manado, banjir parah terjadi antara lain di Kecamatan Sario, Tikala, Malalayang, Wanea dan Paal 2.

Kecamatan Wanea
- Banjir parah terjadi Kelurahan Karombasan Kompleks TK Pembina dan Terminal Karombasan.

Kecamatan Malalayang
- Banjir parah terjadi di perumahan PDK Kelurahan Malalayang

Kecamatan Tikala
- Banjir parah terjadi di Kelurahan Taas

Kecamatan Paal 2
- Banjir parah terlihat di Kelurahan Malendeng, Ranomuut dan Perkamil.

Tadi sore, banjir di Ranomuut banjir sudah mencapai lutut orang dewasa.

Pencarian Anak Hanyut di Desa Kawangkoan Baru Minut
Pencarian Anak Hanyut di Desa Kawangkoan Baru Minut (handover)

Selain merendam kawasan pemukiman warga, banjir juga ikut merendam kawasan kampus Poltekkes Manado dan kawasan eks pacuan kuda.

Di lokasi tersebut banjir telah setinggi satu meter.

Sedangkan di Minahasa, banjir dan longsor terjadi Kecamatan Pineleng.

Lokasinya berbatasan dengan selatan Kota Manado.

Akibat banjir tersebut, aliran listrik dipadamkan untuk mencegah timbulnya dampak sengatan listrik terhadap warga yang mengalami banjir.

Hujan lebat yang melanda Manado mengakibatkan salah satu sungai, tepatnya Sungai Bahu meluap.

Air sungai masuk ke rumah warga.

Sementara di Minahasa, banjir terjadi di Perumahan Puri Alfa Mas Pineleng.

Hujan Deras di Sulut, Bocah 8 Tahun Hilang Diselokan, Basarnas Dikerahkan Bantu Pencarian Timothy
Hujan Deras di Sulut, Bocah 8 Tahun Hilang Diselokan, Basarnas Dikerahkan Bantu Pencarian Timothy (Tribun Manado/ Don Ray Papuling)

Hujan lebat juga mengakibatkan longsor di ruas Jalan Manado-Tomohon.

Longsor terjadi di beberapa titik ruas jalan itu.

Informasi Tim SAR, jalur Tomohon ke Manado saat ini ditutup untuk mengantisipasi longsor di wilayah Tinoor.

Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado Ben Arther Molle mengatakan, berdasarkan kondisi dinamika atmosfer terkini adanya pusat tekanan rendah atau LPA (1008 hPa) di Laut China Selatan dan LPA (998 hPa) di Laut Timur.

Keadaan ini membentuk sirkulasi siklonal yang menyebabkan pola gradiend angin di Sulawesi Utara yaitu konvergensi massa udara atau pertemuan massa udara di wilayah Sulawesi Utara.

"Massa udara yang bertemu di Sulawesi Utara merupakan massa udara basah yang terbawa dari Samudera Pasifik sebelah barat," katanya lewat pesan singkat, Jumat (22/1/2021).

"Kondisinya atmosfer demikian mengakibatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dalam durasi waktu yang lama," sambungnya. (*)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved